Hasil Swab Pasien yang Kabur dari RSUDYA Tapaktuan Negatif

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. RSUDYA Tapaktuan telah merampungkan pemeriksaan swab terhadap 2 orang yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dengan hasilnya negatif Covid-19.

Kedua pasien PDP yang salah satunya adalah pasien yang sempat mencoba kabur dari ruang isolasi Covid-19 RSUDYA Tapaktuan pada Kamis (16/7/2020) kemaren tersebut adalah inisial M, pasien yang di rujuk dari Puskesmas Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja dan D, pasien yang di rujuk dari Puskesmas Tapaktuan.

Informasi ini secara khusus disampaikan oleh Ketua Tim Siaga Covid-19 yang juga Kabid Pelayanan Medik RSUDYA Tapaktuan, dr. Syah Mahdi Sp.PD kepada TheTapaktuanPost di Tapaktuan, Jumat (17/7/2020) jelang magrib.

“Alhamdulillah, 2 orang warga yang berstatus PDP yang dirawat dan di isolasi di RSUDYA sejak 13 Juli lalu, hasil pemeriksaan swabnya telah keluar, dengan hasilnya negatif,” kata dr. Syah Mahdi.

Namun, lanjut dr. Syah Mahdi, meskipun telah keluar hasil pemeriksaan swabnya negatif, dari 2 orang pasien PDP tersebut hanya pasien M yang telah dikeluarkan dari ruang isolasi dan langsung diperbolehkan pulang ke rumahnya.

Sedangkan, pasien D meskipun juga telah dikeluarkan dari ruang isolasi Covid-19, lalu dipindahkan ke ruangan perawatan biasa (bukan ruangan isolasi Covid-19) di RSUDYA untuk dilanjutkan proses perawatan penyakitnya.

Pasien D yang dirujuk dari Puskesmas Tapaktuan ini, urai Syah Mahdi, merupakan pasien stroke yang sempat tidak sadarkan diri. Pasien ini sebelumnya tidak ada riwayat perjalanan dari Kota Transmisi Lokal Covid-19.

“Kenapa pasien D ini di rapid test, karena berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium untuk sebuah penelitian diagnosa penyakit lain, hasilnya ada kecurigaan mengarah Covid-19, sementara pasien ini akan dilakukan tindakan segera. Makanya dilakukan pemeriksaan rapid test dengan hasilnya reaktif Covid-19. Namun setelah diswab hasilnya telah negatif,” paparnya.

Sementara, dasar pasien M, yang dirujuk dari Puskesmas Ladang Tuha, Kecamatan Pasie Raja ditetapkan berstatus PDP, karena pasien ini sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat yang merupakan Kota Transmisi Lokal Covid-19.

Selain itu, ujar dr. Syah Mahdi, pasien M ini juga memiliki gejala penyakit ispa berat dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis RSUDYA Tapaktuan mendukung ke arah Covid-19.

“Makanya pasien M kita tetapkan statusnya PDP. Namun setelah dilakukan pemeriksaan Swab, alhamdulillah hasilnya negatif. Sehingga sudah diperbolehkan pulang ke rumah,” katanya.

Dengan telah keluarnya hasil swab kedua pasien PDP ini, sambung Syah Mahdi, dinyatakan saat ini tidak ada lagi pasien yang berstatus PDP Covid-19 di rumah sakit tersebut. Yang ada hanya tinggal 2 orang lagi pasien yang berstatus positif Covid-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi di ruang khusus Covid-19 rumah sakit tersebut.

Pos terkait