RSUDYA Tapaktuan – RS Sardjito Yogyakarta Gelar Exit Conference Sister Hospital

  • Whatsapp
RENCONG BATU. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP menyerahkan cinderamata rencong batu kepada Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Program Sister Hospital RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, drg. Nusati Ikawahyu M.Kes di Aula RSUDYA Tapaktuan, Sabtu (20/11/2021). @thetapaktuanpost/hendrik

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Pemkab Aceh Selatan melalui BLUD RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan menggelar exit conference sister hospital dengan RSUP dr. Sardjito bersama Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta tanda telah berakhirnya program kerjasama pendidikan dokter spesialis bedah saraf.

Kegiatan yang di ikuti Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Cut Syazalisma S.STP dan Direktur SDM Pendidikan dan Penelitian Program Sister Hospital RSUP dr. Sardjito Yogyakarta, drg. Nusati Ikawahyu M.Kes itu berlangsung di aula BLUD RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan, Sabtu (20/11/2021).

Bacaan Lainnya

Hadir pada acara ini, Plt. Direktur BLUD RSUDYA Tapaktuan dr. Syah Mahdi Sp.PD, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Selatan Fakhrijal S.Kep, M.Kes, Kepala Cabang BPJS Kesehatan, perwakilan Jasa Raharja, Satlantas serta manajemen RSUDYA Tapaktuan.

Sedangkan rombongan dari Yogyakarta antara lain, Koordinator Pendidikan dan Pelatihan, Pengelolaan Program Sister Hospital RSUP dr. Sardjito, dr. M. Tri Saksono Darmawan Sp.A, Ketua Program Studi Bedah Saraf FKKMK UGM Yogyakarta, dr. Rachmad Andi Hartanto Sp.BS (K) serta perwakilan dokter residen bedah saraf dari Provinsi Aceh.

Dalam sambutannya, Plt. Direktur BLUD RSUDYA Tapaktuan, dr. Syah Mahdi Sp.PD mengatakan, exit conference sister hospital ini digelar sebagai tanda telah berakhirnya program kerjasama pendidikan spesialias bedah saraf antara Pemkab Aceh Selatan dengan RSUP dr. Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM yang telah dijalin sejak tahun 2019 lalu.

“Waktu yang indah telah kita lalui bersama tidak terasa telah berlangsung selama 3 tahun, kini tiba saatnya jalinan kerjasama ini berakhir. Meskipun pada satu tahapan ini telah berakhir, kami berharap ke depannya kembali akan terjalin berbagai program kerjasama lainnya dalam rangka meningkatkan capacity building khususnya tenaga kesehatan di RSUDYA Tapaktuan,” kata dr. Syah Mahdi.

Menurutnya, program kerjasama ini sangat menguntungkan Pemkab Aceh Selatan dalam rangka pengembangan BLUD RSUDYA Tapaktuan ke arah lebih maju dan terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Hal itu terbukti, dengan telah tersedianya dokter spesialis bedah saraf hasil didikan RSUP dr. Sardjito bersama Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta yaitu, dr. Bastian Sp.BS, jumlah kunjungan pasien bedah saraf meningkat drastis.

“Peningkatan grafik sangat drastis itu terutama sekali diakhir tahun 2021 ini, seiring telah berakhirnya program pendidikan spesialis bedah saraf dr. Bastian Sp.BS,” ungkap Syah Mahdi.

Posisi sangat menguntungkan itu, sambung Syah Mahdi, karena ketika RSUDYA secara resmi telah membuka pelayanan bedah saraf tidak perlu lagi menjajakinya dari nol, melainkan sudah langsung siap dan stanby memberikan tindakan kepada pasien.

Bahkan, saat jalinan kerjasama sedang berlangsung. RSUDYA Tapaktuan dibawah bimbingan konsultan ahli bedah saraf dari RSUP dr. Sardjito Yogyakarta telah terbukti berhasil melakukan serangkaian tindakan bedah saraf baik kategori operasi kecil maupun besar.

“Pasien kecelakaan lalulintas yang mengalami cedera kepala maupun pasien strok, Alhamdulillah telah banyak yang berhasil kita berikan tindakan. Termasuk keberhasilan besar itu ketika kita berhasil melakukan operasi besar tumor otak terhadap beberapa orang pasien,” ungkap Syah Mahdi.

Karena itu, ia haqqul yakin pelayanan bedah saraf yang telah mulai dibuka di RSUDYA Tapaktuan ini akan berkembang pesat ke depannya. Hal itu didukung dengan keberadaan RSUDYA yang telah ditetapkan statusnya sebagai rumah sakit rujukan regional di Pantai Barat Selatan Aceh.

“Dilihat dari letak geografisnya, posisi RSUDYA sangat strategis mengakomodir pasien bedah saraf di sejumlah daerah di Pantai Barat Selatan Aceh. Apalagi letak pusat pelayanan bedah saraf yang ada di Provinsi Aceh tergolong jauh yaitu di Banda Aceh dan Medan Sumatera Utara,” ujarnya.

Saat memberikan sambutan salam perpisahannya, dr. Rachmad Andi Hartanto Sp.BS (K) menyatakan dr. Bastian telah di didik oleh pihaknya melebihi dari seorang dokter yang tengah melanjutkan pendidikan dokter spesialis. Baginya dr. Bastian telah menjadi bagian dari keluarganya.

“Karena itu, pada kesempatan ini izinkan saya menitipkan anak saya dr. Bastian kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Sekda Cut Syazalisma dan manajemen RSUDYA melalui Plt. Direktur dr. Syah Mahdi. Tolong bantu dia mengembangkan seluruh ilmu yang telah di peroleh,” ucap dr. Rachmad Andi Hartanto.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa selama mengikuti pendidikan dr. Bastian telah di didik dan diberikan ilmu sedikit melebihi dari seorang dokter spesialis bedah saraf. Hal itu dilakukan dengan pertimbangan posisi dr. Bastian seorang diri berstatus dokter spesialis bedah saraf di RSUDYA Tapaktuan, sehingga membutuhkan tambahan ilmu-ilmu khusus untuk mendukungnya saat memberikan tindakan pelayanan terhadap pasien.

“Berbeda halnya jika dr. Bastian ini bertugas di rumah sakit Banda Aceh, tentu ada rekan-rekan yang satu profesi dengannya yang bisa memberikan bantuan saat memberikan tindakan pelayanan kepada pasien. Karena itu, saya minta kepada komite medik RSUDYA Tapaktuan, tolong izinkan dr. Bastian jika sewaktu-waktu harus mengambil tindakan melebihi dari kewenangannya,” ujarnya, seraya menitip pesan kepada semua pihak untuk bersama-sama mendukung kiprah dr. Bastian mengembangkan kariernya di RSUDYA Tapaktuan.

Sementara itu, Sekda Aceh Selatan Cut Syazalisma S.STP mengatakan sebenarnya Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran sangat berkeinginan menghadiri langsung acara exit conference sister hospital ini. Apalagi, program kerjasama ini saat dirintis dari nol langsung terlibat beliau yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Bupati Aceh Selatan. Namun karena posisi beliau yang saat ini masih berada diluar daerah dalam rangka kedinasan sehingga beliau berhalangan hadir.

“Bapak bupati merasa sudah sangat dekat dan mengenal baik dengan bapak-bapak semuanya karena beliau sendiri terlibat bahkan hadir langsung ke Yogyakarta saat itu. Beliau menitip salam hangat kepada seluruh rombongan dari Yogyakarta, seraya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih. Beliau berharap, jalinan kerjasama ini tidak berakhir sampai di sini, melainkan terus berlanjut ke depannya,” kata Cut Syazalisma.

Pemkab Aceh Selatan, kata Cut Syazalisma, berkomitmen terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warganya baik melalui pembangunan sarana dan prasarana maupun program peningkatan SDM melalui pendidikan tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya.

“Program kerjasama dengan RSUP dr. Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ini merupakan bagian dari keseriusan Pemkab Aceh Selatan meningkatkan SDM di RSUDYA Tapaktuan. Program ini bertujuan untuk mengembangkan pelayanan bedah saraf yang baru perdana secara resmi telah dibuka di Aceh Selatan,” ujarnya seraya berharap jalinan kerjasama di bidang-bidang ilmu lainnya terus terjalin baik ke depannya.

Pos terkait