TheTapaktuanPost.com | Nagan Raya – Setelah dua hari menjadi sorotan publik akibat dugaan perselingkuhan yang dilaporkan istrinya ke polisi, Ketua DPRK Nagan Raya, Mohd Rizki Ramadhan, akhirnya buka suara. Ia menyebut tidak semua informasi yang beredar di tengah masyarakat menggambarkan keadaan sebenarnya.
Namun, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu memilih tidak membeberkan informasi mana yang dianggapnya kurang tepat. Ia justru berharap persoalan yang tengah menimpa rumah tangganya dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
“Ada sejumlah informasi yang belum sepenuhnya menggambarkan keadaan sebenarnya. Saya tidak ingin memperpanjang polemik dengan menanggapi satu per satu pemberitaan yang berkembang,” kata Rizki dalam klarifikasi tertulis kepada wartawan di Nagan Raya Sabtu (31/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi tanggapan Rizki setelah namanya ramai diberitakan menyusul dugaan penggerebekan oleh istrinya di rumah dinas Ketua DPRK Nagan Raya beberapa waktu lalu.
Dalam pemberitaan sebelumnya, istri sah Rizki disebut mendapati suaminya bersama seorang perempuan lain di rumah dinas tersebut. Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polres Nagan Raya dan belakangan disebut dilimpahkan penanganannya ke Polda Aceh.
Kasus tersebut juga mendapat perhatian Badan Kehormatan (BK) DPRK Nagan Raya.
Rizki mengakui persoalan yang menyeret namanya telah menjadi perhatian luas masyarakat. Karena itu, ia meminta publik menyikapi informasi yang berkembang secara bijaksana.
“Dengan segala kerendahan hati, saya ingin menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan yang berkembang beberapa hari terakhir,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini dirinya bersama keluarga tengah berupaya mencari penyelesaian terbaik atas persoalan tersebut.
“Saya bersama keluarga sedang berupaya menyelesaikan keadaan yang terjadi dengan baik dan secara kekeluargaan. Saya berharap perasaan dan privasi keluarga, terutama anak-anak dan keluarga besar, tetap dapat dihormati,” katanya.
Minta Maaf, Siap Ikuti Proses Hukum
Di tengah polemik tersebut, Rizki menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Nagan Raya atas kegaduhan yang terjadi.
Ia juga menegaskan tetap menghormati proses hukum yang berjalan, termasuk pemeriksaan melalui mekanisme internal lembaga legislatif.
“Mengenai laporan kepada pihak kepolisian, saya menghormati dan mengikuti proses yang sedang berjalan,” ujarnya.
“Begitu juga dengan mekanisme di Badan Kehormatan DPRK Nagan Raya. Saya menghargai proses tersebut dan tetap memberikan penjelasan sesuai ketentuan yang berlaku,” sambungnya.
Rizki menyatakan persoalan pribadi yang tengah dihadapinya tidak akan menghalangi upayanya menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai Ketua DPRK Nagan Raya.
Ia berjanji tetap menjaga amanah yang dipercayakan masyarakat serta menjalin hubungan baik dengan seluruh elemen masyarakat di daerah tersebut.
Secara khusus, Rizki juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan nasihat, arahan, perhatian, dan dukungan moral kepada dirinya serta keluarga.
Ia berharap pemberitaan mengenai persoalan tersebut tetap mengedepankan prinsip keberimbangan dan keutuhan informasi.
“Kepada rekan-rekan media, saya menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pemberitaannya. Saya berharap informasi terkait persoalan ini dapat disampaikan secara utuh dan berimbang agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas,” katanya.
“Terima kasih atas pengertian dan doa masyarakat. Semoga Allah SWT memberikan jalan terbaik bagi kita semua,” tutup Rizki.
Meski telah memberikan klarifikasi, Rizki belum menjelaskan secara terperinci bagian pemberitaan yang menurutnya tidak sepenuhnya sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Sementara itu, upaya penyelesaian secara kekeluargaan yang disampaikannya tidak serta-merta mengakhiri proses penanganan laporan di kepolisian maupun mekanisme pemeriksaan di Badan Kehormatan DPRK Nagan Raya.
Hingga berita ini disusun, belum ada informasi mengenai hasil akhir dari kedua proses tersebut.





