TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Banjir besar yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menjadi sorotan publik nasional. Pemerintah pusat menyatakan masih melakukan berbagai upaya penanganan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak di tiga provinsi tersebut.
Meski demikian, di tengah proses penanganan, muncul kritik dari masyarakat yang menilai distribusi bantuan belum berjalan optimal dan belum sepenuhnya merata ke seluruh wilayah terdampak. Kondisi itu memicu perdebatan terkait efektivitas koordinasi dan kesiapan logistik di lapangan.
Situasi semakin menarik perhatian publik ketika Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Timothy Ivan Triyono, menyampaikan penjelasan mengenai langkah konkret pemerintah dalam menangani bencana tersebut.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pengerahan puluhan helikopter untuk mempercepat distribusi bantuan.
Menurut Timothy, helikopter-helikopter tersebut diperintahkan beroperasi tanpa henti untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.
Ia menyebutkan bahwa distribusi logistik menjadi prioritas utama pemerintah agar kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera terpenuhi.
“Saya sampaikan terkait helikopter ya, Pak Presiden sudah perintahkan bahwa harus ada puluhan helikopter yang berkeliling ke 3 provinsi ini nonstop 24 jam. Pak Presiden juga memerintahkan pengiriman logistik itu tidak boleh berhenti, harus 24 jam nonstop,” kata Timothy dikutip dari YouTube CNN Indonesia.
Diminta Tak Asal Bicara
Pernyataan Timothy langsung ditanggapi keras oleh Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin.
Murthalamuddin meminta Timothy untuk tidak asal bicara mengingat dirinya melihat sendiri kenyataan di lapangan.
“Mas Timothy, jangan bilang 24 jam, gimana helikopter 24 jam? Anda ngerti gak teknis? Jangan asal bacot,” kata Murthalamuddin.
Sesumbar Punya Data
Mendengar hal itu, Timothy langsung memberikan penjeleasan. Ia sesumbar mempunyai data mengenai helikopter beroperasi 24 jam nonstop.
“Mohon maaf pak kami bukan asal bacot, kami ada datanya dan Pak Presiden sendiri juga sudah memerintahkan agar tahun depan direncanakan 200 helikopter. Jadi tahun depan Pak Presiden akan menambah 200 helikopter, bahwasanya masih ada daerah yang terisolir kami akui pak,” papar Timothy.
Murthalamuddin kembali skakmat pernyataan Timothy. Ia mendesak pemerintah mempercepat distribusi logistik.
“Kalau tahun depan udah pada mati orang itu, ini sekarang kami minta,” seru Murthalamuddin.
“Ini kan bagian dari kami mengevaluasi diri, tadi kan bapak minta kami evaluasi diri, kami lakukan perencanaan ke depan, tapi kalau untuk sekarang, pemerintah sudah siapkan puluhan helikopter untuk keliling 24 jam nonstop,” jelas Timothy.





