TheTapaktuanPost | Blangpidie – Kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memasuki babak baru. Gusvizarni resmi dipercaya menakhodai organisasi profesi guru tersebut untuk masa bakti XXIII periode 2024–2029.
Pengurus baru dilantik Wakil Ketua PGRI Provinsi Aceh sekaligus Koordinator PGRI Wilayah Barat Selatan, M. Najur, di Aula Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Wilayah Aceh Barat Daya, Sabtu (3/10/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Aceh Nomor 69/Kep/ACH/XXIII/2026. Gusvizarni menggantikan Jauhari yang sebelumnya memimpin PGRI Aceh Barat Daya.
Dalam arahannya, M. Najur yang juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan itu, menegaskan kepengurusan baru tidak boleh menjadikan PGRI sebatas wadah berkumpul para guru. Organisasi tersebut, menurutnya, harus mampu hadir memperjuangkan kepentingan pendidik sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“PGRI harus hadir secara nyata dalam mengidentifikasi, memfasilitasi dan menyelesaikan persoalan profesional, kesejahteraan maupun pengembangan karier para pendidik,” kata M. Najur.
Ia juga meminta PGRI terus mengambil peran dalam peningkatan profesionalisme dan kompetensi sekaligus menjaga harkat serta martabat profesi guru.
Selain memperkuat peran organisasi, M. Najur memberikan perhatian khusus terhadap konsolidasi kepengurusan hingga ke tingkat bawah.
Pengurus yang baru dilantik diminta segera menata struktur organisasi dan melaksanakan konferensi PGRI pada setiap tingkat kepengurusan. Proses tersebut ditargetkan tuntas dalam waktu 30 hari kerja dan sebelum peringatan HUT PGRI serta Hari Guru Nasional pada 25 November 2026.
“Keteraturan struktur adalah fondasi agar gerakan perjuangan kita berjalan terarah dan berdaya guna,” ujarnya.
Najur berharap kepengurusan PGRI Abdya periode baru mampu membangun tata kelola organisasi yang solid, inovatif, partisipatif dan akuntabel.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, Ketua PGRI Aceh Barat Daya yang baru dilantik, Gusvizarni, menegaskan amanah yang diterimanya bukan sekadar jabatan organisasi.
Menurut dia, pelantikan justru menjadi awal tanggung jawab untuk membangun PGRI yang lebih terbuka dan mampu mengakomodasi kepentingan seluruh anggotanya.
“PGRI adalah milik seluruh anggotanya, bukan milik segelintir pengurus. Mari kita bangun iklim organisasi yang terbuka, komunikatif, demokratis dan penuh semangat kekeluargaan,” kata Gusvizarni.
Ia menegaskan jabatan dalam organisasi harus ditempatkan sebagai sarana pengabdian, bukan simbol kebanggaan pribadi.
Karena itu, Gusvizarni mengajak seluruh anggota tidak hanya menuntut apa yang diberikan organisasi, tetapi ikut memberikan gagasan dan kontribusi bagi PGRI, sesama pendidik serta kemajuan pendidikan di Aceh Barat Daya.
Dalam kepengurusan periode 2024–2029, Gusvizarni didampingi tiga wakil ketua, yakni Mumfikar, Edi Zuhairi dan Hanizar. Posisi sekretaris dipercayakan kepada Rusydy dengan Jemizan sebagai wakil sekretaris. Sementara Raihanah menjabat bendahara dan Eva Susant sebagai wakil bendahara.
Kepengurusan baru tersebut akan melanjutkan program periode sebelumnya sekaligus merancang terobosan yang disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia pendidikan.
Pelantikan turut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya, jajaran PGRI Provinsi Aceh, Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Aceh Barat Daya, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, MKKS, K3S, pengurus PGRI cabang, dan kepala satuan pendidikan serta keluarga besar PGRI Abdya.
