TheTapaktuanPost.com | Tapaktuan – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Selatan, M. Najur, menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan program dan fasilitas sekolah. Kedisiplinan guru, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, serta kepemimpinan kepala sekolah menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas pendidikan.
Penegasan itu disampaikan M. Najur saat bertemu dengan 29 kepala sekolah dasar (SD) dari Kecamatan Tapaktuan dan Samadua dalam forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) di SD Negeri 5 Unggul Tapaktuan, Kamis (29/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, M. Najur secara khusus menyoroti pentingnya penerapan absensi digital sebagai instrumen untuk membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah.
“Bagaimana mutu pendidikan itu bisa meningkat apabila kedisiplinan tidak terlaksana dengan baik,” tegas M. Najur.
Menurutnya, penerapan absensi digital harus menjadi bagian dari upaya memperkuat kedisiplinan seluruh warga sekolah. Ia juga mengingatkan para guru agar tidak tertinggal dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan.
“Pemanfaatan digitalisasi dalam proses pembelajaran sudah mulai diterapkan. Jadi, seluruh guru harus bisa menggunakan teknologi digital. Karena tuntutan zaman sekarang, jika kita tidak mau belajar maka akan tertinggal,” ujarnya.
M. Najur menaruh harapan besar terhadap kepala sekolah di dua kecamatan tersebut. Ia menyebut Tapaktuan dan Samadua memiliki posisi penting sebagai barometer pendidikan dasar di Kabupaten Aceh Selatan.
Karena itu, ia meminta para kepala sekolah tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga membangun kolaborasi, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menghadirkan inovasi di sekolah masing-masing.
Ia menekankan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan komitmen bersama antara dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, dan guru.
“K3S SD, baik di Kecamatan Tapaktuan dan Samadua maupun kecamatan lainnya, merupakan tanggung jawab kita bersama untuk saling mendukung demi memajukan pendidikan tingkat dasar di Kabupaten Aceh Selatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua K3S SD Kecamatan Tapaktuan dan Samadua, Yulianto, mengatakan pertemuan perdana dengan Kadisdikbud Aceh Selatan tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Sebanyak 29 kepala sekolah mengikuti kegiatan itu, terdiri atas 18 kepala SD dari Kecamatan Tapaktuan dan 11 kepala SD dari Kecamatan Samadua.
“Insya Allah, kami para kepala SD di wilayah Kecamatan Tapaktuan dan Samadua siap bersinergi demi mewujudkan cita-cita tersebut,” ujar Yulianto.
Pertemuan tersebut mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi, Memajukan Pendidikan yang Bermutu dan Berakhlak.”
Pengawas Pembina, Farniati, menjelaskan bahwa K3S kedua kecamatan selama ini rutin menggelar pertemuan bulanan untuk membahas berbagai persoalan dan kebutuhan pendidikan.
Pembahasan mencakup penguatan kegiatan ekstrakurikuler, pengembangan bakat dan minat murid, hingga pembiasaan positif bagi guru dan peserta didik.
“Kami berharap para kepala sekolah terus saling berbagi informasi, membangun komunikasi, serta profesional dalam menjalankan amanah,” kata Farniati.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Aceh Selatan, Teuku Rismarjon, mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama antarkepala sekolah.
Ia juga mendorong penerapan pembelajaran mendalam serta pertukaran gagasan dan inovasi untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Pertemuan yang turut dihadiri pejabat fungsional Disdikbud dan pengawas pembina tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai ajang silaturahmi, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat disiplin, kompetensi guru, dan kualitas pendidikan dasar di Aceh Selatan.
