Desa Trieng Meuduro Tunong Mulai Terapkan Pola Tanam Padi Serentak

TheTapaktuanPost | Sawang. Desa Trieng Meuduro Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan mulai menerapkan pola tanam padi serentak diatas lahan seluas 12 hektar pada musim tanam rendengan tahun 2019.

Kegiatan ini dihadiri langsung Wakil Bupati (Wabup) Aceh Selatan, Tgk. Amran bersama pejabat Forkopimda. Anggota DPRA dari PKPI Hendri Yono, anggota DPRK dari Sawang Zamzami ST, Waly Puadi dan Murhaban. Kadis Pertanian Yulizar SP bersama sejumlah kepala SKPK lainnya, Camat Sawang Masriadi S.STP serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Bacaan Lainnya

Pantauan dilapangan, pencanangan tanam padi serentak di Desa Trieng Meuduro Tunong ini ditandai dengan penanaman padi secara simbolis oleh pejabat daerah bersama anggota dewan.

Wabup Tgk. Amran didampingi Kapolres AKBP Dedy Sadsono ST, Dandim 0107 Letkol Inf. R. Sulistiya Herlambang HB, Anggota DPRA dan DPRK, Kadis Pertanian Yulizar SP, Camat Sawang Masriadi S.STP beserta ibu-ibu pejabat, tampak turun langsung ke sawah menanam padi dengan tehnik penanaman sejajar legowo 2:1.

Dalam sambutannya, Wabup Tgk. Amran mengapresiasi keputusan masyarakat petani Desa Trieng Meuduro Tunong, Kecamatan Sawang, menggelar tanam padi serentak pada musim tanam rendengan tahun 2019.

Ia mengatakan, banyak manfaat akan dirasakan masyarakat petani dengan diterapkannya pola tanam padi serentak. Yakni selain akan menghindari serangan hama juga dapat meningkatkan produksi gabah.

“Saya juga anak petani, sudah lebih dulu merasakan pahit getir menjadi petani. Karena itu, keputusan petani di sini menggelar tanam padi serentak patut kita apresiasi,” kata Tgk. Amran.

Tanam padi serentak ini, lanjut Tgk. Amran, merupakan program pemerintah pusat yang diterapkan untuk mewujudkan ketahanan pangan secara nasional. Karena itu, pihaknya mengharapkan kepada semua pihak agar memberi dukungan maksimal menyukseskan program ini.

Kadis Pertanian Aceh Selatan, Yulizar SP melaporkan bahwa dari 280 hektar luas keseluruhan lahan pertanian di Kecamatan Sawang, seluas 28 hektar diantaranya berada di Desa Trieng Meuduro Tunong.

“Namun dari luas itu, baru sekitar 12 hektar telah merealisasikan pola tanam padi serentak pada musim tanam rendengan tahun 2019,” kata Yulizar SP.

Seluruh bibit padi yang dibutuhkan oleh petani untuk mendukung program tanam padi serentak tersebut menggunakan bibit padi Infari 32 bantuan sepenuhnya dari Dinas Pertanian Aceh Selatan.

Untuk meningkatkan hasil produksi gabah, Dinas Pertanian melalui penyuluh lapangan telah melakukan pendampingan langsung terhadap petani di lapangan. Proses pendampingan, mulai dari tahap persiapan dan pengolahan tanah, penyemaian bibit, tehnik penanaman padi dengan sistem sejajar legowo 2:1 hingga tahap penaburan pupuk.

“Langkah ini kita lakukan agar dapat menghemat bibit dan menghemat pupuk dengan hasil produksi maksimal. Kita menargetkan hasil produksi antara 6-10 ton/hektar,” ungkap Yulizar SP.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Sawang, Tgk. Adi Zulmawar, mengatakan, para petani sangat mengharapkan kepada Pemkab Aceh Selatan agar segera mencari solusi terkait berbagai kendala yang dihadapi para petani dilapangan sehingga menghambat para petani meningkatkan produksi gabah selama ini.

“Selama ini, ada kendala sangat signifikan yang dihadapi petani seperti sering terjadi kelangkaan pupuk, suplai pupuk ke petani sering tersendat. Diharapkan, ke depan bantuan pupuk dari pemerintah dapat di tingkatkan. Jika perlu dibuat payung hukum agar dana desa dapat digunakan untuk pengadaan pupuk petani,” kata Adi Zulmawar.

Camat Sawang, Masriadi S.STP menyampaikan bahwa masyarakat setempat khususnya Desa Trieng Meuduro Tunong sangat antusias menyambut program tanam padi serentak tersebut.

Karena melalui program itu, dapat menghindari parahnya serangan hama serta dapat meningkatkan produksi gabah petani.

“Menindaklanjuti aspirasi petani, kami juga akan mendorong pihak aparatur desa dalam Kecamatan Sawang, agar segera merampungkan penyusunan dan pengesahan Qanun desa yang mengatur tentang sanksi penindakan terhadap hewan liar yang masuk ke dalam lahan pertanian petani. Hal ini kami nilai penting harus segera diberlakukan untuk menyelamatkan lahan pertanian masyarakat dari hewan liar,” pungkasnya.

Pos terkait