TheTapaktuanPost | Bakongan. Wakil Ketua TP PKK Provinsi Aceh yang juga istri Plt. Gubernur Aceh, Dr. Dyah Erti Idawati MT, meresmikan Rumah Gizi Gampong (RGG) Keude Bakongan di Simpang Raja, Desa Keude Bakongan, Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, Kamis (3/10/2019).
RGG Keude Bakongan ini merupakan RGG pertama di Kabupaten Aceh Selatan dan yang ke lima telah di resmikan oleh Dyah Erti Idawati se-Aceh.
Turut hadir saat peresmian RGG Keude Bakongan ini Wabup Aceh Selatan Tgk. Amran, Sekda H. Nasjuddin SH, Ketua TP PKK Aceh Selatan, Hj. Jafnimar Jakfar S.Pd bersama Wakil Ketua TP PKK Ny. Khailida S.Pd.
Para kepala SKPK, para Camat, para Kepala UPTD Puskesmas, para keuchik dalam Kecamatan Bakongan serta ratusan masyarakat setempat.
Dyah Erti Idawati mengatakan, RGG tersebut merupakan tempat urun rembuk para pihak terkait bersama masyarakat dalam rangka mencari solusi penanganan kasus stunting di tengah masyarakat.
“Tempat ini juga sekaligus sebagai tempat penyuplai bahan makanan yang mengandung gizi dan protein kepada bayi dan balita yang mengalami stunting akibat kekurangan gizi,” pintanya.
Ia berharap, RGG ini tidak hanya berfungsi disaat proses lounching saja melainkan keberadaan dan kehadirannya harus betul-betul mampu memberi kontribusi maksimal dalam penanganan dan pencegahan kasus stunting di gampong-gampong.
“Saya berharap, pelayanan yang diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan di RGG ini, dapat berlangsung secara terus menerus. Bukan sekedar seremonial belaka,” ujarnya.
Ia juga mengharapkan, keberadaan RGG Keude Bakongan dapat menjadi media edukasi serta rujukan bagi masyarakat terkait tata cara pemenuhan kebutuhan gizi dan protein bagi anak-anaknya dirumah.
Sementara itu, Ketua TP PKK yang juga istri Bupati Aceh Selatan Hj. Jafnimar Jakfar S.Pd mengatakan, konsep RGG adalah model penanganan dan pencegahan stunting secara terpadu dan terintegrasi melalui pendekatan pemberdayaan keluarga dan masyarakat pada level desa.
Ruang lingkup kegiatannya adalah spesifik dan sensitif dengan fokus utama 3 aspek yaitu pelayanan gizi pada kelompok resiko, edukasi dan peningkatan kapasitas keluarga serta masyarakat dan penguatan ketahanan pangan keluarga, pemberdayaan keluarga, termasuk perilaku hidup bersih dan sehat.
“RGG Keude Bakongan ini merupakan RGG pertama di Aceh Selatan. Kami berharap, RGG ini bisa aktif sehingga nantinya bisa menjadi rujukan dan contoh bagi kecamatan dan desa-desa yang lain dalam Kabupaten Aceh Selatan. Kami berharap seluruh desa di Aceh Selatan membentuk RGG demi menurunnya angka stunting,” pintanya.
Menurutnya, RGG tidak bergerak sendiri melainkan dalam pelaksanaan kegiatannya diperlukan keterlibatan lintas sektor saling berkoordinasi sesuai peran masing-masing.
Seperti Dinas Kesehatan melakukan program spesifik (PMT, sulementasi, edukasi dan fortikasi). Dinas Pertanian melakukan program sensitif (pemanfaatan perkarangan/KPRL berbasis kelompok resiko). Dinas Pangan terhadap edukasi dan keamanan pangan, Dinas Peternakan terhadap penyediaan sumber protein hewani. Dinas pendidikan terhadap muatan pendidikan gizi, tumbuh kembang anak dan pengasuhan di kurikulum.
“Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat agar saling mendukung pengembangan RGG ini, sehingga keberadaan RGG Keude Bakongan ini menjadi motivasi bagi 259 desa lainnya di Aceh Selatan. Sehingga mereka terdorong segera membentuk RGG di masing-masing desanya demi terwujudnya Aceh Selatan hebat,” ujar Hj. Jafnimar Jakfar S.Pd.