TheTapaktuanPost | Sawang. Korban yang tertimbun tanah longsor di lokasi tambang emas tradisional di kawasan Gunung Panton Dalam, Desa Mutiara, Kecamatan Sawang, Aceh Selatan dilaporkan sampai saat ini masih hidup. Namun tubuh korban hampir lebih setengah masih tertimbun tanah longsor dibawah kedalaman puluhan meter dari permukaan tanah.
Sampai saat ini tim gabungan yang terdiri dari Muspika Sawang, BPBD, Petugas Puskesmas, TNI/Polri serta puluhan masyarakat masih terus berupaya mengevakuasi korban tertimbun tanah longsor di lokasi penambangan emas tradisional di kawasan Gunung Panton Dalam, Desa Mutiara, Kecamatan Sawang.
Namun, proses evakuasi korban yang berlangsung sejak pukul 18.00 WIB tadi sedikit mengalami kendala karena kondisi cuaca sedang hujan, sehingga menyulitkan petugas menggali tanah.
“Kondisi cuaca sedang hujan saat ini menyulitkan proses evakuasi yang sedang dilakukan oleh tim gabungan. Tanah yang digali untuk mengeluarkan korban kembali ambruk,” kata Camat Sawang, Masriadi S.STP saat dihubungi dari Tapaktuan, Rabu (15/4/2020) malam ini.
Kendala lainnya, lanjut Masriadi, tofografi gunung di wilayah itu yang berbukit dan memiliki kemiringan mencapai 90 derjat juga sangat menyulitkan proses evakuasi apalagi saat kondisi cuaca sedang di guyur hujan rintik-rintik saat ini.
“Tim gabungan sangat mengalami kendala untuk mendaki ke lokasi kejadian, karena kemiringan gunung mencapai 90 derjat,” ungkap Masriadi.
Menurutnya, jarak antara lokasi tanah longsor penambangan emas tradisional tersebut dengan pemukiman penduduk Desa Mutiara sekitar 3 jam perjalanan.
Yaitu 1,5 jam perjalanan bisa diakses menggunakan sepeda motor kemudian 1,5 jam lagi perjalanan kaki dengan mendaki gunung yang cukup terjal dan berbukit dengan kemiringan mencapai 90 derjat.
Sampai saat ini, korban bernama Jasrizal (26) warga Desa Mutiara Kecamatan Sawang yang masih tertimbun longsor dibawah kedalaman puluhan meter dari permukaan tanah kondisinya masih hidup.
Namun, hampir lebih setengah tubuhnya masih tertimbun tanah longsor. Tim gabungan masih terus berupaya mengevakuasi korban dengan cara menggali tanah secara manual.
Untuk menghindari korban kehabisan atau sulit bernafas, pihak Puskesmas Sawang telah membawa tabung oksigen untuk dipasang pada korban.
Camat Sawang mengungkapkan bahwa, berdasarkan keterangan dihimpun dilokasi, saat turun ke lobang dengan kedalaman puluhan meter dari permukaan tanah, korban didampingi seorang rekannya. Namun saat kejadian tanah longsor, rekan korban cepat keluar menyelamatkan diri sehingga terhindar dari timbunan tanah longsor.
“Rekan korban cepat keluar menghindari tanah longsor sehingga selamat. Ia langsung mengabarkan kejadian itu kepada warga dan Muspika Sawang. Sehingga beberapa saat kemudian tim gabungan bersama puluhan masyarakat langsung le lokasi memberi pertolongan,” kata Masriadi.

