Perempuan Desa Seuneubok Dilatih Pembuatan Keripik Ubi Menjadi Produk Bernilai Jual

TheTapaktuanPost | Pasie Raja. Sebanyak 60 orang kaum perempuan Desa Seuneubok, Kecamatan Pasie Raja, Kabupaten Aceh Selatan dilatih tehnik pembuatan home industri Keripik Ubi Aneka Rasa menjadi produk unggulan yang bernilai jual di Aula Kantor Kepala Desa setempat, Sabtu (14/12).

Kegiatan yang terlaksana berkat kerjasama (team work) yang bagus antara Pemerintah Desa Seuneubok dengan para Pendamping Desa profesional Kecamatan Pasie Raja tersebut menghadirkan dua pelatih kompeten yang sudah memiliki jam terbang tinggi masing-masing Rini dan Taufik Hidayat Harahap M.Ag.

Kepala Desa Seuneubok, Munir, mengatakan sebanyak 60 orang kaum perempuan yang secara khusus diundang mengikuti pelatihan tersebut, merupakan perempuan-perempuan terpilih mewakili dua dusun yakni Darul Makmur dan Kuta Pawoh yang dibagi menjadi 4 kelompok.

“Kita bagi 4 kelompok agar mereka benar-benar fokus mengikuti pelatihan ini. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan ini, kaum perempuan pelaku usaha keripik ubi di desa ini dapat mengembangkan kegiatan usahanya secara lebih fokus. Harapan kita ke depannya usaha keripik ini bisa menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomi,” harapnya.

Kasie Pemberdayaan Masyarakat Gampong (PMG) M. Kasim S.E yang hadir langsung mengikuti kegiatan itu mewakili Camat Pasie Raja, mengatakan, pihaknya memberi apresiasi luar biasa atas terselenggaranya kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Seuneubok bekerjasama dengan Pendamping Desa Profesional di Kecamatan Pasie Raja.

Dengan adanya pelatihan ini, pihaknya berharap agar Desa Seuneubok pada tahun 2020 sudah memiliki produk unggulan desa sendiri seperti Keripik Ubi Aneka Rasa siap saji dan dapat dipasarkan tidak hanya di Kabupaten Aceh Selatan akan tetapi sampai ke Banda Aceh dan Medan.

“Kami juga berharap, gebrakan atau terobosan brilian yang telah dicetuskan oleh Desa Seuneubok ini, dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya. Sehingga alokasi dana desa yang setiap tahunnya terus meningkat dapat dialokasikan untuk kegiatan pelatihan pengembangan sektor ekonomi mikro dalam rangka meningkatkan wawasan ketrampilan hidup masyarakat selaku pelaku usaha serta untuk mewujudkan kemandirian desa ke depannya,” papar M. Kasim.

Pemerintah Kecamatan Pasie Raja, ujar M. Kasim, berkomitmen untuk terus bergerak memfasilitasi masyarakat pelaku usaha mikro termasuk terus berupaya membangun kerjasama dengan Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Aceh Selatan selaku leding sektor membidangi kegiatan ini agar bersedia mendukung kegiatan pelaku UMKM Keripik dan Kerupuk Ubi di Desa Seuneubok.

Sementara itu, Ermi Hamzi selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) yang membina Desa Seuneubok melihat bahwa, selama ini kaum perempuan pelaku usaha masih belum memiliki inovasi dalam memproduksi produk keripik ubi.

Ini terlihat dari dulu sampai sekarang kaum perempuan hanya memproduksi keripik dan kerupuk ubi mentah. Selain itu warung atau kios yang menjual keripik dan kerupuk ubi belum memiliki nama usaha dagang dan belum memiliki izin Dinkes Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Karena itu, Ermi Hamzi berharap agar Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Sejahtera Desa Seuneubok dapat memfasilitasi hal tersebut.

“Tidak hanya itu, BUMG juga harus berani melakukan gebrakan ekspansi bisnis dengan cara ikut memasarkan produk-produk olahan keripik ubi yang dihasilkan oleh kaum perempuan sebagai pelaku UMKM di Desa Seuneubok,” harapnya.