Sempat Terjadi Penolakan Lokasi Acara Akhirnya Air Pinang-Mata Ie Resmi Berdamai, Ini Pesan Tgk. Amran

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Dua gampong yang terlibat bentrokan di Kabupaten Aceh Selatan yaitu Air Pinang, Kecamatan Tapaktuan dan Mata Ie, Kecamatan Pasie Raja akhirnya resmi berdamai, Rabu (10/6/2020) siang.

Menariknya, lokasi prosesi perdamaian secara adat (peusijuk) yang difasilitasi oleh Pemkab Aceh Selatan itu, dipilih persis ditengah-tengah atau diperbatasan kedua kecamatan bertetangga itu yaitu di atas Jembatan Alur Kering, lintasan badan jalan nasional Banda Aceh – Medan.

Lokasi tempat perdamaian ini terjadi perubahan dari rencana awal yang diputuskan saat rapat mediasi di Kantor Bupati Aceh Selatan beberapa waktu lalu. Dalam rapat mediasi yang dipimpin Sekdakab H. Nasjuddin SH tersebut, lokasi tempat perdamaian sebelumnya direncanakan di Lapangan Bola, Desa Ujung Batee, Pasie Raja.

Informasi diperoleh, pemilihan tempat lokasi perdamaian secara adat dengan memotong 1 ekor kerbau yang disediakan Pemkab Aceh Selatan di Lapangan Bola Desa Ujung Batee tersebut, kabarnya sempat mendapat penolakan dari warga setempat.

Disebut-sebut penolakan itu terjadi karena masyarakat dan pemerintah gampong setempat merasa tak dihargai karena pemilihan lokasi tempat itu tak di musyawarahkan sejak dari awal.

Turut hadir pada acara perdamaian secara adat di atas Jembatan Alur Kering itu, Plt. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran, pejabat Forkopimda, Sekda H Nasjuddin SH MM, para Asisten, Kepala OPD, Muspika Tapaktuan dan Muspika Pasie Raja, para Keuchik, tokoh adat, tokoh masyarakat serta para pemuda kedua belah pihak.

Plt. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran dalam amanatnya mengharapkan kepada kedua belah pihak agar betul – betul menjaga kesepakatan perdamaian ini. Sehingga tidak terulang kembali aksi bentrokan serupa dikemudian hari.

“Saya harapkan setelah adanya perdamaian ini tidak ada lagi perselisihan antara masyarakat Tapaktuan dan masyarakat Pasie Raja,” harapnya.

Pos terkait