TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) yang juga salah seorang pendiri Partai Nanggroe Aceh (PNA), Tgk. Abrar Muda menyatakan bahwa akan memberi hadiah khusus kepada pengurus partai jika ada daerah pemilihan (dapil) yang mampu terpilih anggota DPRK Aceh Selatan dari PNA lebih dari satu.
“Jika ada dapil yang mampu terpilih anggota DPRK dari PNA minimal 2 orang, akan saya bangun kantor partai di daerah itu. Demikian juga jika mampu terpilih anggota DPRA dapil 9 dari PNA sebanyak 2 orang juga akan saya bangun kantor partai di dapil 9. Seluruh anggarannya saya tanggung dengan uang pribadi saya,” kata Tgk. Abrar Muda dalam orasi politiknya pada acara Rakerwil dan Konsolidasi Pemenangan Pileg 2019 PNA di Gedung Rumoh Agam, Tapaktuan, Senin (4/2/2019).
Namun sebaliknya, sambung Tgk. Muda-panggilan akrab mantan panglima GAM wilayah Lhok Tapaktuan itu, jika ada dapil tertentu dari lima dapil yang ada di Aceh Selatan yang sama sekali tidak mendapat satupun kursi DPRK Aceh Selatan maka pengurus partai beserta para caleg yang ada di dapil dimaksud akan berhadapan dengannya nanti.
“Tentu akan ada proses evaluasi, jika terbukti sengaja tidak bekerja maksimal maka sanksi tegas akan menanti. Kita tidak pernah main-main,” tegas Tgk. Muda.
Kepada seluruh pengurus DPW PNA Aceh Selatan mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan, Tgk. Muda menginstruksikan agar segera melakukan input data update perolehan suara para caleg. Sehingga mereka dapat mengetahui dan memantau perkembangan situasi dilapangan.
“Tekhnik seperti ini telah berhasil kita buktikan saat Pilkada 2018 lalu. Makanya, saya minta seluruh DPK PNA memiliki input data dimaksud. Mulai akhir Februari 2019 ini, data itu mulai saya cek secara rutin satu minggu sekali. Terhadap wilayah tertentu yang masih rendah perolehan suara, akan kita fokus sama-sama untuk mendongkrak suaranya,” pinta Tgk. Muda.
Pada kesempatan itu, ia kembali mengajak seluruh kader dan simpatisan PNA untuk bekerja maksimal merebut kemenangan pada Pemilu 2019. Sebab, kata dia, secara politik perjuangan pihaknya belum berakhir melainkan masih panjang.
“Masih ada tugas dan tanggungjawab kita merebut kemenangan pada Pemilu 2019 sehingga bisa mendominasi perolehan kursi DPRK. Dengan demikian, seluruh program kerja Azam bisa berjalan mulus tanpa ada hambatan oleh pihak luar,” ungkapnya.
Kepada seluruh caleg DPRK dan DPRA, Tgk. Muda mengharapkan agar tidak perlu risau dalam bekerja karena takut kehilangan suaranya. Pada kesempatan itu, Tgk. Muda kembali menegaskan bahwa pihaknya atas nama pendiri dan seluruh pengurus PNA wajib bersikap “netral” tidak memihak kepada salah satu caleg.
“Tidak usah ragu akan kehilangan suara, tidak akan terjadi pemindahan suara caleg ke caleg lain dalam PNA. Sebab kami wajib bersikap netral tidak boleh berpihak ke salah satu caleg. Kepentingan kami hanya satu, bagaimana caranya membesarkan partai,” pungkasnya.


