TheTapaktuanPost | Kluet Timur. Ribuan warga yang bermukim di sejumlah gampong dalam Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan mengeluhkan buruknya jaringan handphone seluler yang dipancarkan dari sejumlah tower milik perusahaan telkomsel, yang merupakan satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang beroperasi di wilayah pedalaman Aceh Selatan tersebut.
“Ribuan warga yang berada dalam wilayah Kecamatan Kluet Timur mengalami kesulitan menjalin komunikasi ke dunia luar via telephone seluler karena ada gangguan sinyal. Kondisi seperti ini telah berlangsung sejak empat bulan lalu,” kata Wakil Ketua Bidang Mobilisasi Massa Pemuda Aceh Selatan (PAS), Asradi dalam siaran persnya kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (29/11/2018).
Ia mengungkapkan, sinyal seluler yang dipancarkan melalui sejumlah tower telkomsel di wilayah tersebut seperti hilang timbul dibawa hembusan angin. Untuk mendapatkan kekuatan jaringan seluler lebih kuat, warga harus mencari tempat yang lebih tinggi dari permukaan tanah.
“Tak jarang warga harus mendaki bukit atau naik ke atas pohon demi mendapatkan kekuatan sinyal seluler lebih maksimal. Namun kondisi lemahnya sinyal Hp tersebut makin diperparah lagi apabila sewaktu-waktu suplai arus listrik PLN mati. Secara otomatis jaringan seluler juga turut padam total,” ungkapnya.
Kondisi ini, lanjutnya, benar-benar sangat dikeluhkan warga setempat. Soalnya, kondisi zaman sekarang hubungan komunikasi via telephone seluler sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat.
Apalagi, sejak beberapa pekan terakhir di Kecamatan Kluet Timur telah muncul sepasang Harimau Sumatera yang berkeliaran di permukiman penduduk setempat.
“Warga dari luar Kluet Timur bahkan luar Aceh Selatan sangat ingin mengetahui perkembangan keberadaan sepasang Harimau yang berkeliaran di permukiman penduduk tersebut. Apalagi informasi keberadaan binatang dilindungi tersebut telah viral secara Nasional karena telah di ekspos media massa. Tapi apa hendak dikata, saat dihubungi via telephone seluler ke Kluet Timur sering tidak tersambung karena ada gangguan sinyal,” sesalnya.
Karena itu, ia berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Selatan segera memanggil pihak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi dalam hal ini pihak telkomsel agar dapat diminta pertanggungjawabannya menyediakan pelayanan maksimal kepada para pelanggan di wilayah Kluet Timur.
“Pemkab harus menegur pihak telkomsel, agar segera memperbaiki kerusakan jaringan yang sudah berlangsung empat bulan terakhir. Sehingga masyarakat sebagai pelanggannya tidak kecewa,” pintanya.
“Jikapun ada kerusakan pada tower jaringan segera diperbaiki, sebab kebutuhan telekomunikasi sudah menjadi konsumsi penting bagi masyarakat untuk menunjang atau menggerakkan roda perekonomian dan aktivitas mereka lainnya,” tambahnya lagi.
Sementara itu, menanggapi adanya kemunculan sepasang Harimau yang berkeliaran di perkampungan warga, dia berharap agar BKSDA secepatnya mencari solusi konkrit dengan cara menghalau si “raja rimba” itu kembali ke hutan.
“Semoga hal-hal yang tidak kita inginkan tidak sampai terjadi dan kita tetap berharap agar binatang dilindungi ini tetap terjaga habitatnya,” pungkasnya.