TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Desa Lhok Reukam, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, menyimpan pesona wisata yang sulit diabaikan. Berada di kawasan pesisir barat Aceh dan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, desa ini menawarkan perpaduan panorama laut, pantai, tebing karang, hingga lanskap pegunungan yang memanjakan mata.
Dengan air laut yang jernih, hamparan pasir putih keabu-abuan, serta suasana pesisir yang relatif tenang, Lhok Reukam berpotensi dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh Selatan.
Bagi wisatawan yang ingin melepas penat sekaligus menikmati keindahan alam dan kuliner khas daerah, Desa Wisata Lhok Reukam dapat menjadi pilihan. Lokasinya juga relatif mudah dijangkau.
Dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan di Tapaktuan, perjalanan menuju Lhok Reukam hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan kendaraan ke arah Medan, Sumatera Utara.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan, Munharsam, S.E., M.Si., mengatakan Lhok Reukam tidak hanya memiliki daya tarik alam, tetapi juga menjadi salah satu kawasan wisata kuliner yang potensial untuk dikembangkan.
Menurutnya, berbagai kuliner khas Aceh Selatan yang tersedia di kawasan tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan. Keberadaan kuliner yang berpadu dengan panorama pesisir dinilai dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap.
“Ini merupakan pertanda bahwa Aceh Selatan memiliki lingkungan alam yang indah serta memiliki potensi yang beragam dan menarik apabila dikelola dengan baik,” kata Munharsam kepada wartawan di Tapaktuan, Rabu (12/8/2026).
Ia mengatakan, pengembangan desa sebagai kawasan wisata dapat memberikan manfaat yang luas, bukan hanya dari sisi pariwisata, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat setempat.
Ketika sebuah desa mampu dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik, kata dia, dampak ekonominya dapat dirasakan oleh berbagai sektor masyarakat, mulai dari pelaku usaha kuliner, UMKM, hingga sektor jasa dan ekonomi kreatif.
“Desa Wisata Lhok Reukam memiliki pesona alami, dikelilingi hamparan pasir putih keabu-abuan, air laut yang jernih, dan ombak yang cukup tenang. Suasana ini menciptakan tempat yang sempurna untuk bersantai sambil menikmati suara deburan ombak,” ujarnya.
Sate Lolak, Kuliner Ikonik Lhok Reukam
Selain panorama alam, Lhok Reukam juga memiliki kekuatan lain yang tidak kalah menarik, yakni kuliner khas sate lolak.
Munharsam menyebut sate lolak mulai dipopulerkan sejak 2022 melalui ajang Aceh Culinary Festival (ACF). Sejak saat itu, kuliner tersebut terus diperkenalkan sebagai salah satu kekayaan kuliner khas Aceh Selatan.
“Pada 2026 ini, sate lolak masuk sebagai kuliner tradisional dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2026,” kata Munharsam.
Masuknya sate lolak dalam nominasi tersebut menjadi momentum penting untuk semakin memperkenalkan kuliner khas Aceh Selatan kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat keterkaitan antara sektor kuliner dan pariwisata.
Munharsam berharap dukungan berbagai pihak terus mengalir untuk pengembangan Lhok Reukam, baik dalam promosi, penataan kawasan maupun penguatan ekonomi masyarakat.
“Mohon dukungan dari berbagai pihak agar objek wisata Lhok Reukam terus berkembang sehingga menarik minat wisatawan lokal hingga mancanegara,” pungkasnya.





