Akhirnya Bupati Aceh Selatan Tetapkan Status Darurat, Lahan Terbakar Telah Mencapai 50 Ha

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran secara resmi telah menetapkan status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 60 hari ke depan terhitung mulai hari ini Minggu (21/2/2021).

Penetapan status darurat ini bagian dari respon pemerintah daerah setempat menyikapi makin meluasnya kebakaran lahan gambut kering di daerah itu yang hingga kini belum teratasi.

Bacaan Lainnya

Dari sebelumnya hanya di dua gampong di Kecamatan Bakongan yaitu Gampong Padang Beurahan dan Ujung Padang, kini bertambah satu gampong lagi yaitu Gampong Keude Trumon, Kecamatan Trumon dengan total luas lahan yang terbakar telah mencapai 50 Ha lebih.

“Sampai saat ini total lahan yang terbakar di Kecamatan Bakongan dan Trumon telah mencapai 50 Ha. Menyikapi kondisi ini Bupati Aceh Selatan secara resmi telah mengeluarkan keputusan menetapkan status siaga darurat selama 60 hari ke depan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Aceh Selatan, Cut Syazalisma, S.STP dalam siaran pers Minggu (21/2/2021) malam.

Mengatasi bencana ini, Pemkab Aceh Selatan melalui BPBD telah menurunkan puluhan personel tim gabungan yang terdiri dari petugas Damkar BPBD, BKPH/Polhut, BKSDA, TNI/Polri, TNGL, relawan Manggala Agni Sibolangit bersama masyarakat peduli api melakukan upaya pemadaman api.

Meskipun mengalami dan menghadapi berbagai rintangan dilapangan, tim gabungan terus berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Hari ini merupakan sudah hari ke-7 tim gabungan bekerja.

“Upaya pemadaman mengalami kendala karena tidak ada akses jalan sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk langsung ke titik lokasi. Proses pemadaman terpaksa dilakukan dengan mesin portable dan ranting-ranting kayu. Selain itu, asap tebal dan titik api makin melebar ke dalam juga menjadi hambatan bagi petugas,” ujarnya.

Kondisi musim kemarau yang tengah berlangsung saat ini juga menjadi faktor utama semakin cepatnya penyebaran api, di tambah lagi sumber air yang jauh membuat personel kewalahan untuk mencapai titik – titk api di pinggiran lahan. Sehingga penyebaran api belum sanggup teratasi sampai saat ini.

“Kita harus membagi personel, karena ada 7 titik panas yang terpantau di Aceh Selatan yaitu 4 titik terpantau di Trumon dan 3 titik terpantau di Kecamatan Bakongan,” ungkap Cut Syazalisma.

Pasca telah ditetapkannya status siaga darurat Karhutla oleh Bupati Aceh Selatan, pada Senin (22/2/2021) Forkopimda bersama stakeholder terkait lainnya dijadwalkan akan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Aceh Selatan yang akan berlangsung di Mapolres Aceh Selatan.

Cut Syazalisma mengatakan, rakor yang digelar mendadak dan mendesak ini bertujuan sebagai langkah monitoring dan evaluasi (Monev) guna mengatur rencana operasi selanjutnya secara matang dan komprehensif.

“Salah satu penekanan yang akan dibahas dalam rakor tersebut nantinya adalah terkait himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat ingin membuka lahan perbekunan. Apalagi saat cuaca kemarau seperti saat ini karena sangat rentan membuat api menyebar dan tak terkendalikan seperti sama-sama kita rasakan sekarang ini,” papar Cut Syazalisma.

Terlebih lagi, sambung Cut Syazalisma, berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara, pada hari ini terpantau 14 titik panas di Provinsi Aceh dan terbanyak itu berada di Kabupaten Aceh Selatan.

Pos terkait