TheTapaktuanPost | Banda Aceh — Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, mengajak masyarakat Aceh Selatan yang tergabung dalam diaspora di Banda Aceh untuk memperkuat persatuan dan mengambil peran dalam mendorong pembangunan daerah.
Ajakan itu disampaikan Mirwan saat menghadiri Kenduri dan Silaturahim Masyarakat Aceh Selatan yang digelar Ikatan Keluarga Masyarakat Aceh Selatan (IKAMAS) Banda Aceh di Anjungan Aceh Selatan, Kompleks Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahim sekaligus forum bertukar gagasan antara masyarakat Aceh Selatan di perantauan dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Tokoh Aceh Selatan di Banda Aceh, Muhammad Husen atau Pangkawom, yang menjadi pemandu acara, mengatakan kegiatan kenduri semula direncanakan setelah pengukuhan IKAMAS Banda Aceh. Namun, karena Bupati Mirwan harus segera kembali ke Aceh Selatan setelah prosesi pengukuhan, kegiatan kemudian disesuaikan dengan waktu yang ditawarkan bupati.
Ketua Umum IKAMAS Banda Aceh, Mawardi Adami, mengatakan pemilihan Anjungan Aceh Selatan sebagai lokasi kenduri merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap keberadaan dan kondisi anjungan tersebut.
Menurut Mawardi, Anjungan Aceh Selatan bukan sekadar tempat kegiatan, tetapi juga menjadi salah satu representasi identitas, budaya dan sejarah masyarakat Aceh Selatan di Banda Aceh.
Ia menyebut anjungan tersebut memiliki catatan prestasi dalam pelaksanaan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), termasuk beberapa kali meraih Juara Umum secara berturut-turut.
Karena itu, Mawardi mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan bersama seluruh elemen masyarakat mulai memikirkan renovasi dan pembenahan anjungan agar lebih representatif dalam menyongsong PKA ke-9 pada 2028.
“Harapannya Aceh Selatan dapat kembali mempertahankan tradisi prestasi dan meraih Juara Umum,” kata Mawardi.
Selain persoalan anjungan, IKAMAS Banda Aceh juga menyatakan kesiapan berkontribusi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Aceh Selatan tahun ini.
Kontribusi tersebut, kata Mawardi, dapat diwujudkan melalui seminar, diskusi maupun workshop yang membahas berbagai potensi, tantangan dan persoalan pembangunan Aceh Selatan.
“Kita ingin melihat secara bersama potensi-potensi yang dimiliki Aceh Selatan sekaligus merumuskan gagasan dan solusi untuk mendorong terwujudnya Aceh Selatan yang maju dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS mengaku bangga melihat semangat kebersamaan masyarakat Aceh Selatan yang tergabung dalam IKAMAS Banda Aceh.
Ia mengapresiasi berbagai kegiatan positif yang telah dilakukan IKAMAS dan berharap hubungan serta kerja sama antara masyarakat Aceh Selatan di Banda Aceh dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan semakin diperkuat.
Di hadapan para tokoh dan masyarakat Aceh Selatan, Mirwan juga menyampaikan kondisi fiskal pemerintah daerah yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran sebagai dampak kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat sejumlah program yang telah direncanakan, termasuk beberapa program yang disampaikan saat masa kampanye, belum dapat direalisasikan secara maksimal.
Meski demikian, Mirwan menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun Aceh Selatan.
Ia justru mengajak seluruh masyarakat, termasuk diaspora di Banda Aceh, ikut memberikan dukungan, masukan dan gagasan bagi pemerintah daerah.
“Kami berharap dukungan, masukan dan doa dari seluruh masyarakat Aceh Selatan. Insya Allah, jika kita bersatu dan bersama-sama membangun, kita dapat mewujudkan Aceh Selatan yang maju dan produktif,” kata Mirwan.
Mirwan mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga terus berupaya membuka peluang pembangunan melalui komunikasi dan koordinasi dengan kementerian-kementerian di pemerintah pusat.
Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan berbagai program dan dukungan pembangunan yang dapat dibawa ke Aceh Selatan, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Sekretaris Umum IKAMAS Banda Aceh, Arif Pribadi, mengatakan kegiatan ditutup dengan makan bersama menikmati kuah beulangong sebagai simbol kebersamaan dan silaturahim masyarakat Aceh Selatan.
Menurutnya, suasana kenduri berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut sekaligus mempererat hubungan masyarakat, tokoh Aceh Selatan, IKAMAS Banda Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Kenduri dan silaturahim itu diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan gagasan dan memperkuat kolaborasi masyarakat Aceh Selatan di perantauan dengan pemerintah daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum IKAMAS Mawardi Adami, Wakil Ketua DPRA Ali Basrah, anggota DPRA Irpannusir dan Zamzami, serta sejumlah tokoh masyarakat Aceh Selatan yang tergabung dalam Dewan Penasehat dan Dewan Pembina IKAMAS Banda Aceh.






