Baitul Mal Aceh Selatan Tegaskan Bantuan Gratis, Warga Diminta Waspadai Calo

TheTapaktuanPost | Tapaktuan — Baitul Mal Aceh Selatan menegaskan seluruh program bantuan yang disalurkan kepada masyarakat tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta mewaspadai pihak yang mengatasnamakan Baitul Mal dan meminta uang untuk mengurus atau mempercepat pencairan bantuan.

Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, mengatakan seluruh layanan mustahik, termasuk program bantuan modal usaha individu, diberikan secara gratis tanpa biaya administrasi.

Bacaan Lainnya

“Seluruh program bantuan Baitul Mal Aceh Selatan tidak ada pungutan apa pun dan tidak ada biaya administrasi. Layanan mustahik pada seluruh program bantuan adalah gratis,” kata Gusmawi kepada wartawan di Tapaktuan, Kamis (27/8/2026).

Ia mengatakan dana yang dikelola Baitul Mal bersumber dari zakat dan infak yang merupakan amanah umat. Karena itu, pengelolaan dan penyalurannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, tepat sasaran dan sesuai ketentuan.

Gusmawi meminta masyarakat tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan dapat mempercepat atau mempermudah proses bantuan dengan imbalan tertentu.

“Jangan sampai masyarakat mendapatkan informasi dari pihak yang tidak jelas, kemudian harus mengeluarkan uang hanya karena dijanjikan dapat mempercepat proses bantuan,” tegasnya.

Untuk memperluas akses informasi, Baitul Mal Aceh Selatan terus membuka saluran komunikasi langsung dengan masyarakat. Saat ini terdapat sedikitnya 33 grup WhatsApp yang digunakan untuk menyampaikan informasi program, layanan, diskusi dan pengaduan.

Salah satunya WAG Layanan Mustahik yang telah beranggotakan lebih dari 4.000 orang.
Menurut Gusmawi, keterbukaan informasi penting untuk mencegah penyalahgunaan nama Baitul Mal sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi dari sumber resmi.

Ia juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan oknum yang meminta uang atau imbalan dengan mengatasnamakan Baitul Mal Aceh Selatan.

“Kalau ada yang meminta uang dengan mengatasnamakan Baitul Mal Aceh Selatan, jangan diam. Laporkan segera,” ujarnya.

Termasuk jika terdapat amil atau petugas Baitul Mal yang terbukti meminta atau menerima uang dari mustahik. Laporan tersebut akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Baitul Mal juga mengingatkan para perantara, relawan dan pihak lain yang membantu masyarakat agar sebatas menyampaikan informasi program, bukan mengambil keuntungan dari proses pengurusan bantuan.

“Silakan membantu masyarakat mendapatkan informasi. Tetapi untuk proses administrasi selanjutnya, biarlah mustahik atau keluarga terdekatnya yang mengurus sesuai mekanisme,” ujar Gusmawi.

Untuk mencegah penyalahgunaan dokumen dan praktik percaloan, penerimaan berkas permohonan bantuan kini diperketat. Berkas diarahkan diserahkan langsung kepada Tim Layanan Mustahik oleh mustahik atau pihak yang memiliki hubungan dan kredibilitas, seperti keluarga inti, aparatur gampong maupun pihak kecamatan.

Gusmawi menegaskan kebijakan tersebut bukan untuk mempersulit masyarakat, melainkan memastikan identitas, dokumen dan kebutuhan bantuan benar-benar sesuai dengan kondisi mustahik.

“Mustahik tidak perlu mencari orang yang mengaku bisa mengurus atau mempercepat proses. Datang melalui saluran layanan resmi,” katanya.

Baitul Mal Aceh Selatan mengajak masyarakat aktif mencari informasi melalui saluran resmi serta tidak ragu menyampaikan pertanyaan, kritik, saran maupun pengaduan.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat. Jangan takut bertanya dan jangan mudah percaya kepada pihak yang meminta uang atas nama Baitul Mal,” tutup Gusmawi.

Pos terkait