TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menegaskan bahwa akreditasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan tidak boleh berhenti pada pemenuhan persyaratan administratif. Proses penilaian tersebut harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola rumah sakit dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Mirwan saat membuka secara resmi Survei Akreditasi RSUD dr. H. Yuliddin Away Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI), Kamis (8/10/2026).
Menurut Mirwan, sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di wilayah selatan Provinsi Aceh, RSUD Yuliddin Away memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, profesional, dan mengutamakan keselamatan pasien.
“Akreditasi bukan sekadar kegiatan rutin atau pemenuhan administratif belaka, melainkan sebuah momentum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh, perbaikan tata kelola rumah sakit, serta peningkatan standar mutu pelayanan secara berkelanjutan,” tegas Mirwan.
Bupati menekankan bahwa akreditasi harus dimaknai sebagai instrumen untuk memperkuat kualitas pelayanan, bukan semata-mata mengejar predikat atau sertifikat kelulusan.
Karena itu, setiap aspek pelayanan rumah sakit, mulai dari manajemen, kesiapan tenaga kesehatan, sistem administrasi hingga penerapan standar keselamatan pasien, harus terus dievaluasi dan disempurnakan.
Dalam arahannya, Mirwan secara khusus menginstruksikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. H. Yuliddin Away, dr. Erizaldi, M.Kes., Sp.OG., M.H.Kes., beserta seluruh jajaran manajemen, dokter, perawat, dan tenaga kesehatan agar mengikuti proses akreditasi secara serius dan bertanggung jawab.
Ia meminta seluruh jajaran rumah sakit memberikan dukungan penuh kepada tim surveior, termasuk menyampaikan data dan dokumen yang dibutuhkan secara terbuka dan transparan.
“Saya telah menginstruksikan kepada direktur RSUD dr. H. Yuliddin Away beserta seluruh jajaran manajemen, dokter, perawat, tenaga medis, dan staf pendukung lainnya untuk memberikan dukungan penuh serta keterbukaan dalam menyajikan data dan dokumen yang diperlukan oleh tim surveior,” ujarnya.
Mirwan juga mengingatkan agar seluruh rangkaian penilaian diikuti dengan disiplin, jujur, dan penuh tanggung jawab.
Menurutnya, berbagai temuan dan rekomendasi yang nantinya disampaikan tim akreditasi harus dijadikan bahan pembelajaran sekaligus dasar untuk memperbaiki kekurangan dalam sistem pelayanan rumah sakit.
Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan, lanjutnya, berkomitmen mendukung transformasi mutu layanan kesehatan agar RSUD Yuliddin Away mampu memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan secara nasional.
Survei akreditasi RSUD dr. H. Yuliddin Away Tahun 2026 melibatkan tiga surveior dari Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI).
Tim tersebut dipimpin dr. Siti Nur Imanta Tarigan, Sp.PK., FIHFAA, dengan dua anggota, yakni Nanda Gita Utami, MPH., FIHFAA, dan Anna Ivra Soleliza Jones, S.Kep., Ners., MKM., FIHFAA.
Kehadiran tim surveior tersebut diharapkan dapat memberikan penilaian objektif terhadap penerapan standar mutu pelayanan sekaligus mengidentifikasi aspek-aspek yang masih membutuhkan perbaikan.
Bupati Mirwan menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tim LAFKI yang hadir di Kabupaten Aceh Selatan.
“Kami sangat mengharapkan bimbingan, masukan, serta evaluasi yang konstruktif dari LAFKI demi kemajuan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD dr. H. Yuliddin Away, serta agar senantiasa memenuhi standar nasional yang ditetapkan,” katanya.
Rangkaian pembukaan survei akreditasi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh Mulia, dan Mars LAFKI. Selanjutnya, Plt Direktur RSUD dr. H. Yuliddin Away, dr. Erizaldi, menyampaikan sambutan sebelum dilanjutkan dengan arahan sekaligus pembukaan resmi kegiatan oleh Bupati Aceh Selatan.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan penyampaian maksud dan tujuan pelaksanaan akreditasi oleh Ketua Tim Surveior LAFKI, dr. Siti Nur Imanta Tarigan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga diagendakan presentasi Program Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) RSUD dr. H. Yuliddin Away oleh dr. Erizaldi.
Presentasi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian survei untuk memaparkan program peningkatan mutu serta upaya rumah sakit dalam memperkuat keselamatan pasien.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh Selatan, anggota DPRK, Dewan Pengawas RSUD Yuliddin Away, Kepala Dinas Kesehatan, pimpinan BPJS Kesehatan Cabang Tapaktuan, sejumlah kepala SKPK, para dokter spesialis, ketua kelompok kerja akreditasi, serta jajaran manajemen rumah sakit.
Di akhir arahannya, Bupati Mirwan berharap proses akreditasi berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Ia menegaskan bahwa upaya menghadirkan pelayanan kesehatan terbaik membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pemerintah daerah hingga seluruh tenaga kesehatan yang bersentuhan langsung dengan pasien.
“Semoga Allah SWT senantiasa meridhai dan memudahkan setiap langkah ikhtiar kita dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.





