TheTapaktuanPost | Tapaktuan — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pendidikan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Kepala Disdikbud Aceh Selatan, M. Najur, dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Selatan, Khairul Huda, di Ruang Rapat Kemenag Aceh Selatan, Tapaktuan, Kamis, (1/10/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab itu turut dihadiri para kepala seksi di lingkungan Kemenag Aceh Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Khairul Huda memperkenalkan jajarannya, di antaranya Dailami yang membidangi madrasah, Rekiadi selaku Kasi Pendidikan Agama Islam (PAI), Aljabar Fauzi selaku Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, serta Maulida Wita yang menangani bidang zakat dan wakaf sekaligus Pelaksana Tugas Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.
M. Najur mengapresiasi sambutan jajaran Kemenag Aceh Selatan. Ia mengaku awalnya mengira pertemuan tersebut hanya berupa silaturahmi dengan Kakankemenag.
“Saya kira tadi hanya bersilaturahmi dengan Bapak Kakankemenag saja. Namun, ternyata Bapak mengikutsertakan seluruh Kasi. Hal ini sungguh luar biasa dan sangat kami hargai,” ujar Najur.
Menurut Najur, silaturahmi tersebut bukan sekadar pertemuan antarlembaga, tetapi menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang lebih kuat antara Disdikbud dan Kemenag dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Selatan.
Sejumlah agenda strategis turut dibahas. Di antaranya peningkatan kualitas Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan sertifikasi guru Pendidikan Agama Islam, pengelolaan serta pemberdayaan potensi zakat dan wakaf, hingga penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Khusus pelaksanaan SPMB, kedua lembaga sepakat mendorong kerja sama yang nantinya dituangkan dalam nota kesepahaman.
“Ini adalah pertemuan awal. Kami berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih luas dan dapat dituangkan secara resmi dalam Memorandum of Understanding (MoU) mencakup berbagai bidang demi kemajuan pendidikan di Aceh Selatan,” kata Najur.
Sinergi Disdikbud dan Kemenag dinilai penting karena kedua lembaga memiliki irisan tugas dalam penyelenggaraan pendidikan, terutama menyangkut pembinaan guru Pendidikan Agama Islam, madrasah, pendidikan keagamaan, hingga penerimaan peserta didik.
Pertemuan dengan jajaran Kemenag ini juga menjadi kelanjutan agenda konsolidasi M. Najur setelah sehari sebelumnya, Rabu, 30 September 2026, bersilaturahmi dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP se-Aceh Selatan di Pasie Raja.
Melalui rangkaian pertemuan tersebut, Disdikbud Aceh Selatan berupaya memperkuat komunikasi dan kolaborasi lintas lembaga sebagai bagian dari peningkatan mutu dan pemerataan pelayanan pendidikan di daerah.
