Wakil Bupati Mengamuk, Banting Mikrofon Pukul Meja dan Lempar Buku

TheTapaktuanPost | Pidie Jaya. Sebuah video berdurasi 1 menit 6 detik memperlihatkan Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri sedang ngamuk dalam rapat resmi Sekdakab mendadak beredar luas di media sosial, Selasa 16 September 2025.  Insiden ini tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. 

Dalam rekaman itu, emosi Hasan terlihat meledak marah usai mengetahui adanya dugaan “PPPK siluman” yang tiba-tiba masuk dalam daftar usulan paruh waktu.

Bacaan Lainnya

Dengan suara bergetar penuh emosi, Hasan menuding adanya permainan kotor dalam proses rekrutmen. Dalam rekaman tersebut, terlihat Hasan Basri membanting mikrofon, memukul meja dan melempar buku saat audiensi bersama para tenaga honorer

“Kenapa anak pejabat bisa masuk, sementara honorer yang sudah belasan tahun mengabdi justru disingkirkan? Saya tahu siapa kalian, saya 15 tahun di DPRK Pidie Jaya dan saya tidak akan diam!” teriaknya lantang di hadapan ratusan tenaga non-ASN.

Ledakan amarah itu sontak membuat suasana rapat ricuh. Hasan bahkan membongkar fakta mencengangkan: anak salah seorang kepala dinas justru ikut lolos dalam daftar usulan PPPK, sedangkan tenaga honorer lama dikesampingkan.

Video berdurasi singkat tersebut kini viral, memicu gelombang komentar tajam publik. Warganet menyorot dugaan praktik mafia nepotisme yang disebut-sebut menggurita dalam seleksi PPPK di Pidie Jaya.

Kasus ini menambah panas isu rekrutmen PPPK paruh waktu. Publik kini menanti apakah DPRK dan aparat penegak hukum akan turun tangan, atau kemarahan Wakil Bupati hanya akan menjadi bahan tontonan di media sosial.

Luapan emosi Hasan Basri bukan tanpa sebab. Dia mengaku geram karena belum adanya kejelasan terkait nasib para tenaga honorer yang telah mengabdi belasan tahun namun belum mendapat kepastian untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hasan meminta agar Sekda, Asisten dan BKPSDM serius memperjuangkan agar seluruh tenaga honorer bisa lolos menjadi PPPK paruh waaktu.

“Harapan kita semoga Sekda, Asisten dan BKPSDM berupaya supaya mereka ini bisa lolos semuanya menjadi PPPK paruh waktu. Itu harapan kita,” tegas Hasan.

Rapat yang berlangsung panas itu turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Sekretaris Daerah Munawar Ibrahim, Kepala Inspektorat Jamian serta Kabid BKPSDM Fuad Ansari. 

Pos terkait