Penempatan Guru P3KPW Aceh Selatan Sesuai Daerah Domisili Solusi Paling Realistis

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Koordinator Forum Peduli Aceh Selatan (For-PAS), T. Sukandi mengungkapkan kondisi memprihatinkan dialami sebanyak 1.263 orang tenaga guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) di Kabupaten Aceh Selatan.

Menurutnya, dengan upah hanya dibayar sekitar Rp300 ribu/bulan, para tenaga pendidik ini harus berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup, bahkan sekadar untuk biaya transportasi menuju sekolah tempat mereka mengajar.

Bacaan Lainnya

For-PAS menganalogikan kondisi tersebut sebuah dilema kehidupan bagaikan, “Kerakap tumbuh di batu”.

“Kondisi ini diperparah dengan penempatan tugas yang tidak sesuai dengan domisili. Banyak guru harus mengajar di luar kecamatan tempat tinggal mereka, sehingga beban biaya transportasi, terutama untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM), menjadi membengkak bagaikan besar pasak dari tiang,” kata T. Sukandi kepada TheTapaktuanPost, Rabu (8/4/2026).

Akibatnya, tidak sedikit dari mereka yang mengaku penghasilan yang diterima sama sekali tidak cukup untuk menutupi ongkos perjalanan harian.

For-PAS menilai kondisi tersebut tidak bisa terus dibiarkan tanpa solusi konkret dari pemerintah daerah.

Sebab dengan upah Rp300 ribu/bulan, sangat tidak masuk akal jika mereka harus mengajar jauh dari tempat  mereka berdomisili, untuk biaya BBM saja tidak cukup, apalagi untuk sekedar menunjang kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

“Seakan kita sudah kehilangan nurani dan empati pada nasib mereka,” kritik Sukandi.

Ia menegaskan, salah satu langkah yang dapat segera dilakukan adalah menempatkan para tenaga guru tersebut sesuai dengan kecamatan domisili mereka masing-masing, kebijakan ini diyakini akan sangat membantu secara ekonomis meringankan beban biaya para guru P3KPW, khususnya dalam hal kebutuhan biaya transportasi.

“Penempatan sesuai domisili adalah solusi paling realistis saat ini, selain mengurangi beban biaya, juga akan meningkatkan efektivitas dan semangat mengajar para guru P3KPW,” ujar Sukandi.

Sebab meski tetap berada dalam segala keterbatasan, namun para guru P3KPW tersebut masih bisa menunjukkan dedikasi tinggi, karena mereka tetap bisa menjalankan tugas mendidik generasi bangsa dengan penuh semangat, sambil menggantungkan harapan semoga suatu saat kedepannya nasib mereka akan berubah dengan adanya perubahan kebijakan negara yang lebih berpihak pada kesejahteraan tenaga guru P3KPW.

Selain itu, For-PAS juga berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah bijak dan strategis, baik melalui penyesuaian honorarium maupun kebijakan lain yang lebih berpihak pada mereka sebagai tenaga pendidik.

“Kita tidak boleh menutup mata, mereka adalah ujung tombak pendidikan untuk mencerdaskan bangsa, sudah seharusnya mereka mendapat perhatian dan perlakuan yang layak dari pemerintah daerah,” pungkasnya.

Pos terkait