Eks Kombatan Aceh Selatan Bersatu Peringati Milad GAM ke-42

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Ratusan eks kombatan GAM wilayah Lhok Tapaktuan baik yang tergabung dalam Partai Aceh (PA) maupun Partai Nanggroe Aceh (PNA) bersatu memperingati milad GAM ke-42 yang dipusatkan di Masjid Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang, Selasa (4/12/2018).

Kegiatan yang didukung penuh oleh tokoh senior GAM pantai barat selatan Aceh, Tgk. Abrar Muda ini merupakan baru kali pertama digelar sejak terbentuknya partai politik lokal (Parlok) pasca perjanjian damai MoU Helsinki.

Sejumlah pentolan GAM yang tampak hadir pada acara tersebut antara lain, Ketua KPA Mukhlis alias Nek Rayeuk, Ketua DPW PA Aliman Mentro, Ketua Tuha Peut DPW PA Tgk. Abdul Kadir, mantan Bupati Aceh Selatan Tgk. Husin Yusuf, mantan Ketua DPRK Tgk. Safiron.

Selain itu, tampak juga hadir beberapa politisi PNA antara lain, Tgk. Samsul Bahri alias Mamak Bahri, Tgk Salwadi alias Abu Trumon, Tgk. Asnawi, Tgk. Saiful samadua dan Tgk. Safrijal alias Gam-gam (ketua eks kombatan GAM Aceh Selatan).

Hadir juga Ketua DPRK Aceh Selatan, T. Zulhelmi beserta seluruh anggota dewan dari Partai Aceh. Jajaran pengurus DPW PA dan para panglima Sagoe KPA dari 18 kecamatan se-Aceh Selatan.

Ketua KPA Aceh Selatan, Mukhlis alias Nek Rayeuk dalam sambutannya mengungkapkan bahwa, kuat atau kokohnya sebuah organisasi baru tercipta jika para anggotanya mampu mempertahankan kekompakan dan soliditas. Namun sebaliknya, jika diinternal anggotanya saja tidak kompak dan bersatu, maka jangan mimpi organisasi tersebut akan kuat serta dihargai oleh pihak lain.

“Makanya melalui momen milad GAM ke-42 ini, mari kita bersatu kembali untuk menggapai satu tujuan bersama. Sudah cukup lama kita tak pernah bertatap muka lagi untuk menjalin silaturahmi sehingga persatuan dan kekompakan kita makin lemah. Makanya, saya ajak seluruh eks kombatan GAM wilayah Lhok Tapaktuan untuk bersatu kembali, agar keberadaan kita ke depan makin dihargai,” ujar Nek Rayeuk.

Sekarang ini, lanjut Nek Rayeuk, organisasi GAM di Aceh sengaja dilemahkan oleh pihak-pihak tertentu. Karenanya, jika eks kombatan GAM terus lengah terbuai dengan kondisi yang ada, bisa jadi organisasi GAM ke depannya akan lenyap.

Salah satu contoh, ungkap Nek Rayeuk, terkait desakan pembubaran lembaga Wali Nanggroe yang disuarakan pihak tertentu. Menurutnya, desakan itu sama halnya tidak menghargai perjuangan GAM selama 30 tahun lebih semasa konflik.

“Termasuk hingga saat ini belum direalisasikannya beberapa butir MoU Helsinki oleh Pemerintah Pusat. Untuk menuntut hal ini, tidak ada solusi lain kecuali kita harus bersatu kembali,” tegas Nek Rayeuk.

Ketua Tuha Peut DPW PA Aceh Selatan, Tgk. Abdul Kadir juga mengungkapkan bahwa kekompakan seluruh eks kombatan GAM merupakan hal terpenting harus diperhatikan oleh semua pihak sekarang ini. Ia berharap, kekompakan dan persatuan itu bisa terjalin kembali seperti saat masih sama-sama berjuang di hutan dulu.

“Jangan gara-gara warna merah atau orange, kita saling membunuh dan saling memfitnah. Sekarang ini, banyak eks kombatan GAM baik dari PA maupun PNA yang naik menjadi Caleg DPRK dan DPRA. Mari kita bekerja keras memenangkan mereka ini. Kita harus bersatu untuk satu tujuan,” ujarnya.

Melalui momen milad GAM ke-42 ini, sambung Tgk. Abdul Kadir, pihaknya juga menyerukan kepada seluruh eks kombatan GAM di Provinsi Aceh agar bersatu kembali, jangan mempertontonkan lagi perpecahan.

“Alangkah indahnya jika kekompakan seperti ini diikuti oleh seluruh eks kombatan GAM seluruh Aceh,” serunya.

Tokoh GAM Kecamatan Sawang, Tgk. Safiron dalam sambutannya antara lain meminta kepada Pemerintah RI agar memperhatikan nasib mantan kombatan GAM yang nasibnya saat ini sangat memprihatinkan.

“Masih banyak eks kombatan GAM yang nasibnya masih sangat memprihatinkan. Pemerintah harus memberikan perhatian serius untuk eks kombatan GAM,” pinta Safiron.

Peringatan milad GAM ke-42 oleh eks kombatan GAM wilayah Lhok Tapaktuan yang dipusatkan di Masjid Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang dirangkai dengan acara doa bersama untuk para arwah syuhada yang menjadi korban saat konflik bersenjata berkecamuk. Doa bersama ini dipimpin langsung oleh Tgk Adi Zulmawar, anggota DPRK Aceh Selatan dari Fraksi Partai Aceh.

Setelah doa bersama, para eks kombatan GAM menyempatkan diri berziarah ke makam atau pusara para syuhada yang korban dalam konflik. Makam yang di ziarahi tersebut merupakan kuburan massal di kaki gunung Panton Luas yang berjarak sekitar beberapa kilometer dari Masjid gampong setempat.