Tgk. Husin Yusuf : Saya Tidak Bisa Dipecat dari GAM

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Ulee Balang GAM wilayah Lhok Tapaktuan yang juga mantan Bupati Aceh Selatan, Tgk. Husin Yusuf menegaskan bahwa dirinya serta eks kombatan GAM lainnya tidak bisa semudahnya dipecat dari organisasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Karena, ketua KPA sekarang ini tidak pernah mengangkat dirinya atau eks kombatan lainnya menjadi pasukan GAM.

“Saya masuk GAM merupakan keinginan sendiri dan memang panggilan hati nurani. Saya tidak pernah diangkat oleh Ketua KPA sekarang ini, jadi saya tidak bisa dipecat dengan seenaknya dari GAM,” kata Tgk. Husin Yusuf dalam arahannya pada acara peringatan milad ke-42 GAM di Masjid Gampong Panton Luas, Kecamatan Sawang, Selasa (4/12/2018).

Menurutnya, harga embel-embel GAM yang melekat pada dirinya dan eks kombatan lainnya sangat mahal sehingga tidak bisa diukur dengan materi (uang). Sebab, untuk mendapatkan gelar nama tersebut selain harus siap mengorbankan harta dan nyawa juga harus memiliki ideologi GAM yang jelas.

“Tidak mudah mendapatkan gelar nama GAM ini. Yang sebenarnya GAM itu adalah pejuang sebelum tanggal 15 Agustus 2015 atau sebelum lahirnya perjanjian damai. Jika setelah tanggal itu, maka orang tersebut hanya mengaku-ngaku sebagai anggota GAM,” tegas Tgk. Husin Yusuf.

Bahkan, ujar Tgk. Husin Yusuf, belakangan ini ada lagi pihak tertentu yang berupaya membentuk kelompok GAM baru, tapi sayang tidak laku di masyarakat. Karena sejarah lahirnya GAM ini hanya yang di proklamirkan oleh Wali Nanggroe Dr. Muhammad Hasan Ditiro.

Tgk Husin Yusuf menambahkan bahwa, eks kombatan GAM yang selama ini bergabung dalam partai politik lokal maupun nasional dikeluarkan dari partai dimaksud, hal itu dianggap biasa karena hal itu mutlak kewenangan partai.

“Seperti saya misalnya, telah dipecat dari partai politik tertentu tidak masalah. Karena masih bisa masuk ke partai yang lain. Apakah masuk ke Partai Aceh atau PNA tidak ada soal. Tapi saya tidak dapat menerima jika dipecat dari organisasi GAM,” tegasnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Tgk. Husin Yusuf mengaku sangat bangga melihat para eks kombatan GAM yang menghadiri milad GAM ke – 42 itu telah mewakili dari semua kubu. Menurutnya, milad GAM tersebut bukan Hari Ulang Tahun (HUT) partai politik melainkan peringatan hari lahirnya organisasi GAM di Aceh, sehingga seluruh mantan pejuang wajib menghadirinya.

Menyikapi perhelatan pesta demokrasi Pemilu 2019 sudah diambang pintu, Tgk. Husin Yusuf kembali menyerukan seluruh eks kombatan GAM wilayah Lhok Tapaktuan agar kembali merajut persatuan dan kesatuan. Sebab hanya dengan cara mengokohkan persatuan dan kesatuanlah, dapat mempertahankan eksistensi organisasi GAM ke depannya di Aceh.

“Sejumlah eks kombatan GAM wilayah Lhok Tapaktuan ada yang maju dalam kontestasi Pileg 2019 dari PA dan PNA. Kedua partai ini sama-sama dihuni oleh mantan pejuang, makanya eks kombatan GAM wajib bekerja keras untuk memenangkan mereka,” pinta Tgk. Husin Yusuf.