TheTapaktuanPost | Meukek. Warga Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan melakukan aksi pemblokiran badan Jalan Nasional lintasan Banda Aceh–Medan, Sabtu (16/5/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan yang tak kunjung diaspal hotmix kembali oleh rekanan pelaksana proyek dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Pemblokiran dilakukan warga dengan menggunakan ban bekas, kayu, drum hingga rak besi di badan jalan nasional yang berada di kawasan Kecamatan Meukek. Kota Meukek khususnya di Kuta Buloh kawasan padat penduduk yang biasanya ramai arus lalu lintas kini benar-benar sepi. Seketika mengubah wilayah tersebut bagaikan “Kota Zombie” tak berpenghuni.
Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas sempat terganggu dan kendaraan dari arah Banda Aceh maupun Medan harus melambat saat melintas. Puluhan pedagang kaki lima maupun yang berjualan di Ruko khususnya pedagang makanan telah berhenti mencari rezeki dengan menutup tempat usahanya sejak dua pekan lalu.
Warga mengaku kecewa karena badan jalan nasional tersebut telah dikeruk oleh rekanan pelaksana proyek sejak dua pekan lalu. Namun hingga kini belum dilakukan pengaspalan hotmix kembali sehingga kondisi jalan menjadi rusak, berlumpur saat hujan dan dipenuhi debu ketika cuaca panas.
“Sudah dua minggu lebih jalan ini dikeruk, tapi belum juga diaspal. Kalau hujan jadi lumpur, kalau panas debunya sangat mengganggu,” ujar, Muktar salah seorang warga setempat.
Pantauan di lapangan, sepanjang sekitar 5 kilometer badan jalan nasional di wilayah Meukek mengalami kerusakan parah dan dipenuhi genangan lumpur. Kondisi ruas jalan dikawasan itu seakan seperti zaman 80-an atau tak ubahnya seperti ruas jalan Pakpak Bharat Sumut. Kondisi tersebut benar-benar sangat dikeluhkan warga setempat karena terancam terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan juga dikeluhkan oleh para pengendara karena membahayakan keselamatan serta menyebabkan kendaraan cepat rusak.
Warga berharap pihak BPJN Aceh bersama rekanan pelaksana proyek segera melakukan pengaspalan hotmix agar aktivitas ekonomi masyarakat dan arus transportasi Banda Aceh–Medan kembali normal tanpa gangguan debu maupun lumpur.





