Keuchik di Aceh Selatan Diminta Tempelkan Nomor Darurat Damkar di Gampong-gampong

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Untuk lebih mempercepat penanganan musibah kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan meminta kepada para keuchik agar mengumumkan secara luas dengan cara menempelkan nomor panggilan darurat pos pemadam kebakaran (damkar) di gampong-gampong.

Imbauan ini disampaikan Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP merespon kejadian musibah kebakaran yang menghanguskan 4 unit Ruko semi permanen di Kedai Rundeng, Kecamatan Kluet Selatan Sabtu (9/1/2021) subuh.

Bacaan Lainnya

“Dalam upaya penanganan bencana secara cepat dan tepat, dibutuhkan sinergitas antara masyarakat dengan petugas. Para petugas dipastikan siap siaga selama 24 jam di pos wilayah masing-masing dibawah control Pusdalops BPBD untuk memastikan petugas siap siaga melayani masyarakat,” kata Cut Syazalisma dalam siaran persnya kepada TheTapaktuanPost, Sabtu (9/1/2021) pagi.

Namun yang disayangkan, lanjutnya, kejadian musibah kebakaran yang menghanguskan 4 unit Ruko di Kedai Rundeng, petugas menerima laporan tidak melalui nomor darurat yang sudah sejak lama di sebar kepada masyarakat. Melainkan dengan cara masyarakat mendatangi langsung pos damkar sehingga memakan waktu dalam proses penanganannya.

“Padahal, penanganan musibah kebakaran membutuhkan waktu dan kecepatan. Semakin cepat laporan masuk semakin cepat pula proses penanganannya sehingga semakin berkurang dampak kerugian yang timbul atau yang di alami para korban,” sesal Cut Syazalisma.

Menurutnya, pasca menerima laporan kejadian kebakaran tersebut pihaknya langsung mengerahkan sebanyak 3 unit armada pemadam kebakaran yang di gerakkan dari Pos Damkar PB 04 Kluet Utara, Pos Damkar 05 Bakongan dan Pos Induk Kota Tapaktuan.

“Armada yang di stanbykan di masing-masing pos dipastikan selalu siap siaga kapan saja digerakkan. Seperti pada kejadian kebakaran Kedai Rundeng, untuk meminimalisir makin meluasnya dampak kerugian yang di alami masyarakat, kita juga berinisiatif menggerakkan dukungan armada dari Bakongan dan Tapaktuan,” ungkapnya.

Meskipun agak terlambat, namun setidaknya petugas telah berhasil memutus rantai lidah api sehingga tidak terus menjalar ke bangunan Ruko semi permanen lainnya yang berdiri berdampingan dengan 4 unit Ruko yang telah ludes terbakar itu.

Karena itu, Kalak BPBD Aceh Selatan mengharapkan kepada masing-masing pemerintah gampong di Kabupaten Aceh Selatan agar berinisiatif menempelkan nomor panggilan darurat di beberapa titik tempat umum di gampong-gampong sehingga jika sewaktu-waktu terjadi lagi musibah kebakaran, maka masyarakat dapat dengan cepat melaporkannya kepada petugas.

“Tahun 2021 ini, kita juga akan menambah pengadaan mobil pemadam kebakaran “water supply” agar semakin memudahkan upaya penanganan kebakaran sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik dan memuaskan kepada masyarakat,” ujarnya seraya mengimbau masyarakat agar terus mewaspadai kebakaran dalam kehidupan sehari-hari dengan cara memastikan peralatan memasak serta berbagai peralatan yang terhubung arus listrik lainnya selalu dalam kondisi aman saat di tinggal istirahat sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi ke depannya.    

Pos terkait