Kopassus Bantah Letkol Teddy Ditampar Pangkopassus di Istana

TheTapaktuanPost | Jakarta. Penerangan Komando Pasukan Khusus (Penkopassus) memberikan klarifikasi terkait kabar yang beredar luas di media sosial mengenai dugaan insiden antara Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dan Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi.

Isu tersebut menyebutkan adanya peristiwa penamparan yang terjadi saat pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana. Menanggapi hal ini, Penkopassus menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Bacaan Lainnya

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @Penkopassus, pihaknya membantah keras narasi yang viral tersebut dan menyatakan bahwa kabar tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

“Waspada sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana. Narasi ini mengeklaim adanya keributan antara Pankopassus dan pihak protokoler, faktanya ini hanyalah karangan yang tidak memiliki bukti valid” demikian seperti dikutip dari video yang diungah oleh @Penkopassus, Selasa 21 April 2026.

Penkopassus juga menilai bahwa informasi tersebut sengaja disebarluaskan oleh pihak tertentu dengan tujuan memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

“Informasi ini sengaja disebar untuk menciptakan kegaduhan dan memecah belah solidaritas institusi negara. Jangan jadi penyebar hoax. Pastikan selalu mengecek informasi melalui sumber resmi dan terpercaya” katanya.

Sebelumnya, kabar ini pertama kali mencuat dari unggahan seorang pengguna Threads dengan akun @retailman69 yang mengklaim adanya kronologi peristiwa tersebut.

Dalam unggahannya, disebutkan bahwa kejadian bermula dari agenda pertemuan antara Djon Afriandi dan Presiden Prabowo yang dijadwalkan berlangsung selama 30 menit. Namun, situasi disebut tidak berjalan sesuai rencana.

Narasi yang beredar menyebutkan bahwa saat tiba di Istana, Djon Afriandi diminta menunggu di ruang tamu oleh pihak protokoler selama sekitar 20 menit, sehingga waktu pertemuan menjadi sangat terbatas.

Ketika Presiden Prabowo keluar dari ruang kerja dan melihat Djon Afriandi masih berada di ruang tunggu, situasi dikabarkan menjadi tegang. Presiden disebut menegur keras karena dianggap tidak segera masuk sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Teguran tersebut, menurut narasi yang beredar, bahkan berlanjut hingga ke dalam ruang kerja Presiden. Setelah pertemuan selesai, Djon Afriandi disebut keluar dalam kondisi emosi dan mencari seorang ajudan Presiden yang dianggap bertanggung jawab atas pengaturan waktu.

Akun tersebut juga mengklaim bahwa ajudan tersebut langsung ditampar tanpa banyak percakapan. Sosok ajudan yang disebut dengan julukan “bunted” itu diklaim berasal dari Kopassus dan merupakan junior dari Djon Afriandi yang diduga adalah Teddy Indra Wijaya.

Pos terkait