TheTapaktuanPost | Banda Aceh – Transparansi Tender Indonesia (TTI) mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas rantai pasok bahan bakar minyak (BBM) yang diduga menjadi penopang utama aktivitas tambang ilegal di Aceh, bukan hanya menindak pekerja lapangan atau menyita alat berat.
Koordinator TTI, Nasruddin Bahar, mengatakan alat berat seperti excavator, bulldozer, dump truck, dan genset tidak dapat beroperasi tanpa pasokan solar dalam jumlah besar.
Karena itu, asal-usul BBM, jalur distribusi, hingga pihak yang diduga memasok ke lokasi tambang ilegal harus menjadi fokus penyelidikan.
TTI juga meminta APH menelusuri dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi, mengungkap jalur distribusi dan penampungan BBM, serta menindak setiap pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.
“Jika pasokan BBM berhasil diputus, maka alat berat akan berhenti beroperasi. Membongkar rantai pasok BBM merupakan langkah strategis untuk menghentikan tambang ilegal secara permanen,” tegas Nasruddin kepada wartawan Jumat (10/7/2026).
TTI turut mengajak masyarakat mengawasi aktivitas distribusi BBM yang diduga mengarah ke kawasan tambang ilegal dan melaporkan informasi yang didukung bukti kepada aparat penegak hukum.
Menurut TTI, pemberantasan tambang ilegal hanya akan efektif jika penegakan hukum menyentuh seluruh jaringan logistik yang menopang aktivitas tersebut secara profesional dan berdasarkan alat bukti.
