Jelang Magrib, Gunung Tuwi Meukek Terbakar

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Meukek. Kawasan Gunung Tuwi, Gampong Blang Kuala, Kecamatan Meukek, tiba-tiba terbakar pada Selasa (27/7/2021) sekira pukul 18.50 WIB menjelang magrib.

Sejauh ini belum diketahui penyebab atau asal titik api yang membakar beberapa hektar lahan kering dikawasan gunung dekat perkampungan penduduk tersebut.

Bacaan Lainnya

Kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini diketahui dari informasi yang disampaikan pihak perangkat Gampong Blang Kuala kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan.

“Informasi telah terjadi Karhutla di Gunung Tuwi, Meukek kita terima tepat pukul 18.50 WIB,” kata Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP.

Menerima laporan tersebut, Kalak BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP langsung mengerahkan personel Pos Damkar-PB Wilayah Meukek bersama TNI/Polri dari Koramil dan Polsek Meukek serta Polhut ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.

“Sejauh ini belum diketahui asal titik api yang membakar lahan kering di kawasan gunung tersebut,” tambah Cut Syazalisma.

Setelah dilakukan upaya pemadaman selama 2 jam lebih, akhirnya tim gabungan berhasil memadamkan kobaran api sekitar pukul 21.05 WIB.

“Berkat kerja keras dan gerak cepat tim gabungan yang langsung dikerahkan ke lokasi, Alhamdulillah saat ini kobaran api telah berhasil di padamkan total. Sehingga tidak menjalar lebih luas ke lahan lainnya dikawasan tersebut,” ungkapnya.

Untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi, Kalak BPBD Aceh Selatan mengimbau masyarakat khususnya yang beraktivitas di lahan perkebunan agar tidak meninggalkan sisa api setelah membersihkan kebun, karena dapat menyebabkan kebakaran lahan akibat api yang tidak terkontrol.

Cut Syazalisma mengatakan, jika kejadian kebakaran hutan dan lahan terus meluas akan banyak dampak kerugian yang akan ditimbulkan yang tentunya merugikan masyarakat itu sendiri.

“Yang rugi tentu masyarakat sendiri, karena akan terdampak terhadap tanaman perkebunan dan polusi udara yang mengganggu orang ramai di perkampungan sehingga menghambat aktivitas masyarakat karena berpotensi membahayakan kesehatan. Makanya, kami imbau agar tidak membakar lahan secara sembarangan,” pintanya.

Pos terkait