Rubber Boat Basarnas dan BPBD Aceh Selatan Dikerahkan, Nelayan Meukek yang Hilang Belum Ditemukan

TheTapaktuanPost | Meukek – Upaya pencarian terhadap Edi Yanto (40), nelayan asal Gampong Tanjung Harapan, Kecamatan Meukek, Aceh Selatan, yang hilang saat melaut terus diperluas. Tim gabungan mengerahkan dua unit rubber boat untuk menyisir perairan sekitar lokasi ditemukannya kotak fiber yang diduga bagian dari boat korban, Kamis (17/9/2026) sore.

Dua rubber boat tersebut masing-masing milik Basarnas Pos Meulaboh dan BPBD Aceh Selatan. Sebanyak 12 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian yang melibatkan BPBD Aceh Selatan, Basarnas Pos Meulaboh, TNI AL, Satgas SAR Aceh Selatan, TNI-Polri, serta masyarakat dan nelayan.

Bacaan Lainnya

Camat Meukek, Teuku Ikbal Hidayatullah, S.Ag., mengatakan pencarian sebelumnya juga telah dilakukan menggunakan lima unit boat nelayan dari Meukek. Sejumlah boat nelayan dari Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) turut bergerak membantu pencarian setelah Bupati Abdya Safaruddin menerima informasi dari Keuchik Gampong Tanjung Harapan, Munirudin atau Toke Munir.

Menurut Teuku Ikbal, tim gabungan saat ini memfokuskan penyisiran di sekitar lokasi ditemukannya kotak fiber yang diduga berasal dari boat bermesin robin milik korban.

Fiber tersebut ditemukan di perairan Ujong Manggeng, sekitar dua mil laut dari pantai. Temuan itu menjadi petunjuk utama bagi tim dalam mempersempit area pencarian.

“Proses pencarian korban sejauh ini masih difokuskan di titik penemuan kotak fiber di laut Ujong Manggeng. Sebab, pada Rabu malam pihak keluarga masih sempat menghubungi ponsel korban dan masih aktif. Namun beberapa saat kemudian sudah tidak aktif,” kata Teuku Ikbal.

Hingga Kamis sore, keberadaan Edi Yanto maupun boat robin yang digunakannya belum ditemukan.
Edi Yanto dilaporkan hilang setelah pergi melaut seorang diri pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Seperti biasanya, ia berangkat mencari ikan menggunakan boat kecil bermesin robin bersama sejumlah nelayan lainnya.

Menurut kebiasaan, Edi kembali mendarat di Pantai Gampong Tanjung Harapan atau Pelabuhan Pasie Meukek pada sore hari. Namun hingga malam, korban tak kunjung pulang. Sebelumnya, rekan korban sesama nelayan disebut masih melihat korban sekitar pukul 12.00 WIB siang.

Keluarga yang khawatir kemudian berupaya mencari keberadaannya. Pencarian semakin intensif dilakukan pada Kamis pagi dengan mengerahkan sejumlah boat nelayan dari Pelabuhan Pasie Meukek.

Keuchik Gampong Tanjung Harapan, Munirudin, mengatakan petunjuk pertama ditemukan ketika tim pencari menjumpai sebuah kotak fiber mengapung di tengah laut.

“Tim baru berhasil menemukan fiber boat robin korban di laut lepas, berjarak sekitar tiga mil dari bibir Pantai Pawoh, Labuhanhaji, atau sekitar dua mil dari bibir Pantai Ujong Manggeng, Abdya,” kata Munirudin.

Munirudin yang akrab disapa Toke Munir mengatakan, keluarga meyakini fiber tersebut merupakan bagian dari boat yang digunakan Edi saat mencari ikan.

Keyakinan itu diperkuat setelah mertua korban, yang ikut langsung dalam pencarian, mengenali fiber tersebut. Boat robin yang digunakan Edi diketahui merupakan milik mertuanya.

“Mertua korban sangat yakin bahwa fiber tersebut bagian dari boat robin yang dikemudikan menantunya. Tim pencari bersama sejumlah boat nelayan terus mengintensifkan pencarian di sekitar lokasi penemuan fiber untuk menemukan korban,” ujarnya.

Pada Rabu sore, wilayah Aceh Selatan diketahui dilanda hujan deras disertai angin kencang. Cuaca buruk tersebut juga menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Belum diketahui apakah kondisi cuaca tersebut berkaitan dengan hilangnya Edi Yanto.

Pos terkait