TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Manager SPBU 14.237.108 Tapaktuan, Erindra membantah telah terjadi kelangkaan BBM jenis solar dan pertalite di Tapaktuan. Dia menegaskan, pasokan BBM di SPBU miliknya masih tetap lancar hanya saja permintaan konsumen sedang terjadi lonjakan dengan berbagai penyebab dan dinamika dilapangan.
“Pasokan kami tetap normal, setiap hari kami tebus solar dan pertalite masing-masing 16 ton. Hanya saja, suplai dari depot Pertamina Meulaboh sering datang terlambat biasanya baru tiba malam hari, apa penyebabnya silahkan tanya ke depot Pertamina Meulaboh,” kata Erindra menjawab konfirmasi wartawan di Tapaktuan, Rabu (15/10/2025).
Erindra menepis anggapan bahwa terjadi kelangkaan solar di SPBU-nya. Ia menyebut antrean panjang yang terlihat di lapangan disebabkan oleh penumpukan kendaraan dari berbagai kecamatan di Aceh Selatan.
“Banyak kendaraan yang melakukan pengisian di SPBU kami, termasuk dari Subulussalam, Rimo dan Singkil yang menuju Banda Aceh atau sebaliknya, jadi stok kami tetap normal, hanya keterlambatan distribusi saja,” ujar Erindra.
Terkait beredarnya solar dalam jeriken di pengecer, Erindra menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui sumber pasokan tersebut. Ia memastikan SPBU Tapaktuan hanya menyalurkan BBM bersubsidi sesuai dengan barcode yang ada.
“Kami menyalurkan solar sesuai dengan barcode dan rekomendasi dari dinas teknis, baik untuk pengendara, nelayan, pertanian, maupun alat transportasi sungai. Kami tidak tahu dari mana pengecer mendapatkan solar dalam jeriken itu,” katanya.
Sebab menurut Erindra, setiap pembelian BBM bersubsidi di SPBU Tapaktuan tercatat secara digital sehingga sulit untuk diselewengkan.
“Semua transaksi tercatat. Tidak ada penyaluran di luar mekanisme yang ditentukan. Kami hanya mengikuti ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Erindra juga menegaskan bahwa pihaknya rutin diawasi oleh pihak Pertamina dan kepolisian. Polisi bahkan sering melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di area SPBU saat antrean kendaraan padat dan memanjang.
“Selama ini tidak pernah ada teguran atau temuan pelanggaran dari pihak berwenang. Kami transparan dan terbuka diawasi kapan pun,” tambahnya.
Erindra berharap masyarakat memahami bahwa fenomena kelangkaan solar di lapangan bukan disebabkan oleh permainan SPBU, melainkan karena distribusi pasokan dari depot yang tidak serentak dan meningkatnya permintaan konsumen.
“Kami di SPBU hanya ujung tombak pelayanan. Kalau pasokan datang terlambat, tentu distribusinya ikut terganggu. Tapi kami pastikan penyalurannya tetap tepat sasaran,” pungkasnya.





