Longsor Tutupi Jalan Nasional, Lalu Lintas Tapaktuan – Medan Lumpuh Total Beberapa Jam

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah Aceh Selatan sejak kemarin mengakibatkan tanah longsor menutupi badan jalan Nasional lintasan Tapaktuan – Medan tepatnya di Gunung Gampong Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, Rabu (26/11/2025).

Tumpukan material tanah longsor dan batu besar dalam jumlah besar yang tiba-tiba jatuh dari lereng gunung itu menutupi total ruas jalan bertikungan tajam dan bersisian jurang terjal itu dari kedua arah. Bencana alam longsor ini mengakibatkan arus transportasi lumpuh total selama beberapa jam sepanjang hari Rabu karena tak ada jalur alternatif lain untuk melintas.

Bacaan Lainnya

Pantauan dilapangan, antrian kendaraan roda dua maupun roda empat dari kedua arah mengular panjang menunggu selesainya pembersihan material tanah longsor yang total menutupi badan jalan.

Tim gabungan BPBD, TNI/Polri serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) PPK 2.4 telah dikerahkan ke lokasi sejak laporan pertama diterima. Dua unit alat berat langsung bekerja menyingkirkan material longsor. Proses pembersihan diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga jam, tergantung pada kondisi cuaca, peralatan dan tingkat kerawanan tebing.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, H. Zainal memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.

“Penanganan sedang berlangsung. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami upayakan dalam dua sampai tiga jam jalur bisa kembali dibuka normal,” kata H. Zainal sembari mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat cuaca buruk diperkirakan masih melanda wilayah Aceh Selatan dalam beberapa hari ke depan.

“Kami imbau pengguna jalan untuk hati-hati. Hujan masih berpotensi turun, terutama di daerah pegunungan yang rawan longsor,” ujarnya.

Petugas TNI/Polri di lapangan terlihat melakukan pengaturan lalu lintas darurat untuk mengurai kemacetan panjang. Sejumlah pengendara memilih menunggu di tepi jalan, sementara sebagian lainnya diarahkan untuk mencari tempat aman hingga akses kembali dibuka. BPBD Aceh Selatan meminta masyarakat mengikuti informasi resmi dari instansi terkait dan tidak memaksakan perjalanan melalui kawasan Gampong Batu Hitam sampai jalur dinyatakan aman sepenuhnya.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, akhirnya tim gabungan yang bergerak cepat menangani bencana tanah longsor dengan volume material tanah dan batu cukup besar di kawasan Gunung Batu Itam, Kecamatan Tapaktuan, akhirnya membuahkan hasil. Lalu lintas resmi dibuka kembali sekitar pukul 14.30 WIB dengan sistem buka tutup.

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, menyampaikan bahwa langkah cepat diambil untuk memastikan keselamatan masyarakat serta mempercepat normalisasi lalulintas.

“Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas. Personel langsung diterjunkan untuk penanganan dan pengaturan lalu lintas sekaligus berkoordinasi dengan instansi terkait agar akses transportasi segera kembali normal,” ujarnya.

Komitmen gerak cepat tersebut, lanjutnya, menjadi bentuk kehadiran Polri sebagai solusi di tengah masyarakat, terutama pada kondisi darurat yang membutuhkan tindakan tanggap, tepat, dan responsif.

Selama proses pembersihan berlangsung, petugas melakukan penutupan arus lalu lintas, mengatur antrean kendaraan, serta memberikan imbauan kepada para pengendara agar tetap berhati-hati mengingat cuaca buruk masih berpotensi memicu longsor susulan. Pengguna jalan juga diminta waspada terhadap titik-titik rawan di sepanjang jalur pegunungan.

Hingga update terakhir, proses pembersihan material mayoritas telah selesai, dan akses jalan kini sudah dapat dilalui kembali dengan sistem buka–tutup. Petugas Polri bersama TNI dan BPBD masih berjaga di lokasi untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan keamanan para pengguna jalan.

Polres Aceh Selatan mengimbau masyarakat agar terus memantau informasi kondisi cuaca dan jalan, serta mengutamakan keselamatan dalam perjalanan, khususnya saat hujan deras. Penanganan lanjutan akan dilakukan apabila situasi kembali memburuk.

Pos terkait