Eksotisme Pulau Dua, Wisata Terintegrasi Puncak Sigantang Sira

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Bakongan Timur. Berbicara pesona wisata di Kabupaten Aceh Selatan memang tidak ada habisnya. Daerah yang dikenal penghasil komoditi pala terbesar di provinsi ujung paling barat Pulau Sumatera ini, dikenal memiliki banyak spot wisata eksotik yang terbujur mulai dari Labuhan Haji Barat hingga Trumon Timur. Di kiri (Baca: dari Banda Aceh) dihiasi deretan perbukitan yang menawan sementara di kanan terhampar birunya lautan Samudera Hindia.

Salah satu yang sedang hangat menjadi perbincangan ditengah-tengah masyarakat dan sangat viral dijagat dunia maya media sosial saat ini adalah Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Pulau Dua, yang terletak di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur.

Bacaan Lainnya

Penamaan Pulau Dua karena memang pulaunya ada dua yang dalam legenda Tapak Tuan Tapa disebutkan terbelah karena tertabrak oleh Naga yang lari dari gempuran Petapa Sakti, Tuan Tapa.

ODTW yang terintegrasi dengan Juara 1 Dataran Tinggi Terpopuler dan sekaligus Juara Favorit Anugerah Pesona Indonesia (API Award) 2021, Objek Wisata Puncak Sigantang Sira itu semakin ramai dikunjungi wisatawan paska dibangunnya dermaga apung.

Dalam perencanaan pembangunan dan pengembangan Agroekoeduwisata Puncak Sigantang Sira, sistem wilayah wisata terintegrasi mulai diperkenalkan. Munculnya Sigantang Sira diharapkan mampu menjadi penyangga pertumbuhan beberapa potensi wisata lainnya seperti Pulau Dua, Pulau Pusong Ujong Mangki, CRU Trumon, Air Terjun Tangga Seribu, Air Terjun Ceurace Bengkoang dan Danau Laut Bangko.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Safril, S.Sos disela-sela menghadiri acara Family Gathering Politeknik Aceh Selatan, pembangunan dermaga apung merupakan bahagian dari implementasi dari Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Ripparda) Kabupaten Aceh Selatan.

Safril berharap agar masyarakat pelaku dan penikmat wisata mampu menjaga kebersihan dan keindahan Pulau Dua.

“Agar tidak terjadi penumpukan sampah disana, diharapkan wisatawan dapat membawa pulang kembali apa yang sebelumnya dibawa ke Pulau Dua,” pinta Safril.

Sementara Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc sangat mengapresiasi upaya kreatif Pemkab Aceh Selatan yang sangat konsen mengangkat dan mengembangkan potensi wisata daerah. Yasar berharap semua pihak terus meningkatkan sinergisitas dalam membangun daerah.

“Aceh Selatan adalah kabupaten ragam pesona (variety of charms), butuh kebersamaan untuk mengangkat dan mengembangkannya,” imbuh Yasar.

Menurut observasi yang dilakukan pihaknya, Yasar mengungkapkan bahwa sejak kehadiran dermaga apung tersebut mampu mendongkrak pendapatan dan perekonomian masyarakat secara signifikan. Masyarakat nelayan memiliki penghasilan tambahan dari transportasi penyeberangan. Masyarakat pedagang pun semakin meningkat hasil penjualannya akibat ramainya pendatang, sehingga mampu mendongkrak perekonomian mereka.

Hal ini disampaikan Yasar disela-sela kegiatan family gathering yang dihadiri oleh keluarga besar Politeknik Aceh Selatan yang terdiri-dari Dosen, Tenaga Kependidikan dan Perwakilan Mahasiswa. Hadir dalam acara penuh kekeluargaan tersebut Ketua Yapoltas, Rasyidin, Wakil Ketua Yapoltas, Mirjas, Sekretaris Yapoltas, Saiful Rahman, Kadis Infokom dan Persandian, Munharsam, Kadis Pariwisata, Safril, Anggota DPRK Aceh Selatan, Ridwan, dan Danramil Bakongan, Edy Muljo P.

Pos terkait