TheTapaktuanPost | Trumon Tengah. Kabar gembira bagi petani sawit di wilayah Kabupaten Aceh Selatan. Pasalnya, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat agen pengumpul (Ram) saat ini dilaporkan tembus Rp 1.500 – 1.520/Kg.
Petani kelapa sawit didaerah itu berharap pemerintah bisa terus mengawal kestabilan harga TBS Kelapa Sawit tersebut supaya harga sawit di tingkat petani bisa terus stabil seperti sekarang ini.
“Alhamdulillah harga sawit di daerah kita ini kembali mengalami kenaikan. Dan rata-rata harga sawit di tingkat Ram Rp 1.500 – Rp 1.520/ Kg,” ungkap H Ismail, seorang petani kelapa sawit di Kecamatan Trumon Tengah, Kabupaten Aceh Selatan saat dikonfirmasi, Senin (7/9/2020).
H Ismail yang baru pada Minggu (6/9/2020) memanen dan menjual hasil sawitnya mengaku harga jual di Aceh Selatan lebih tinggi ketimbang di Abdya. Pasalnya, menurut informasi yang diterimanya harga tampung TBS di tingkat agen pengumpul di Aceh Barat Daya berkisar Rp 1.400 – 1.450/Kg.
“Kabar dari petani kelapa sawit di Abdya demikian, berarti harganya lebih mahal kita disini,” ungkap H Ismail.
H Ismail berharap pemerintah ikut ambil bagian dalam memantau pergerakan harga dan menjaga kestabilan harga TBS Kelapa Sawit di daerah itu.
Dengan demikian petani bisa mendapatkan hasil maksimal dari hasil perkebunannya itu.
Sebab jika harga TBS di bawah Rp 1.500/Kg, menurutnya sangat sedikit penghasilan yang bisa dinikmati petani setelah dipotong biaya perawatan dan ongkos orang kerja.
“Kalau bisa bertahan Rp 1.500/Kg sudah sangat syukur, karena sudah bisa kita sisihkan untuk biaya pemupukan dan perawatan. Sebab jika pemupukan dan perawatan kebun bagus hasilnya juga akan bagus,” pungkasnya.
Menyangkut mulai naiknya harga TBS Kelapa Sawit itu juga dibenarkan oleh beberapa agen pengumpul di Aceh Selatan.
”Ya benar, sekarang harga ditingkat Ram Rp 1500/Kg,” kata Sumadi, seorang pedagang pengumpul di Trumon. (Serambinews)