TheTapaktuanPost | Samadua. Rian (25), salah seorang Buruh Harian Lepas (BHL) proyek pembangunan Gardu Induk (GI) Perusahaan Listrik Negara (PLN) asal Pulau Rimau, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, hilang terseret arus laut di Desa Gunong Cut, Kecamatan Samadua, Aceh Selatan, Selasa (13/8) sore.
Keterangan dihimpun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan Rabu (14/8), korban bersama tiga rekannya yang selama ini bekerja pada proyek pembangunan Gardu Induk (GI) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kecamatan Samadua tersebut, pergi mandi-mandi dipesisir laut tidak jauh dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Gunong Cut pada Selasa sekitar pukul 16.30 WIB sore.
Saat sedang asyik mandi-mandi dilaut, tiba-tiba korban terseret arus laut yang sangat kencang. Rekan korban sempat mencoba memberikan pertolongan dengan cara menarik tangannya namun kembali lepas sehingga korban terus terseret ke tengah laut hingga hilang.
Berdasarkan keterangan rekan korban bernama Dio (24), Riko (24) dan Danang (26), saat mereka sedang asyik mandi-mandi tiba-tiba tubuh korban seperti ditarik oleh arus laut yang sangat deras.
“Salah seorang rekan korban bernama Dio sempat memegang tangan korban lalu menariknya. Namun pegangan tangan Dio menarik korban terlepas saat dihempas gelombang besar. Arus laut yang sangat kencang terus menyeret korban hingga tak terlihat lagi oleh teman-temannya,” kata Kepala BPBD Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP mengutip keterangan rekan korban.
Setelah menerima informasi kejadian tersebut, lanjut Cut Syazalisma, pada Selasa (13/8) sore pihaknya langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri atas TRC BPBD, Satgas SAR, TNI/Polri dan masyarakat setempat berusaha mencari keberadaan korban di perairan Samudera Hindia itu.
Proses pencarian korban pada Selasa malam terpaksa dihentikan sementara karena cuaca tidak mendukung yakni gelombang besar disertai angin kencang ditambah suasana malam sudah gelap gulita. Proses pencarian korban baru dilanjutkan kembali pada Rabu pagi.
“Sejak Selasa malam hingga Rabu siang, tim gabungan terus berupaya mencari dengan menyisir kawasan pantai lokasi hilangnya korban menggunakan rubber boat serta dibantu boat nelayan setempat. Namun, proses pencarian sejauh ini belum membuahkan hasil,” kata Cut Syazalisma.
Pemantauan wartawan dilapangan, saat berlangsungnya proses pencarian korban turut hadir langsung Camat Samadua Suhaimi Shalihin S.Ag, Kapolsek Samadua Ipda Lukman Hidayat, Danramil 05/Samadua Kapten Arh Rahman dan perangkat Desa Gunung Cut.

