TheTapaktuanPost | Trumon. Salah seorang warga Desa Ujong Tanoh, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan Aidar Lisa (37) sudah selama enam tahun tak bisa keluar rumah dan ia hanya bisa terbaring lemas di kamar rumahnya akibat mengalami lumpuh total.
Pria yang hidup dalam keluarga miskin ini merupakan bagian dari warga korban konflik di Kabupaten Aceh Selatan. Karena itu, diharapkan kehadiran pihak pemerintah baik Pemkab Aceh Selatan maupun Pemerintah Aceh untuk membantu biaya pengobatan yang bersangkutan.
Pria yang masih berstatus lajang ini sebelumnya memiliki tubuh yang bugar dan sehat, tidak ada riwayat penyakit lumpuh dikeluarganya. Sehingga ia tak pernah menyangka atau terbesit di benaknya bahwa akan mengalami lumpuh total sejak usia muda sehingga harus menghabiskan sisa hidupnya dengan terbaring lemas ditempat tidur.
Teuku Heru, salah seorang warga setempat yang juga mantan Kombatan GAM menceritakan bahwa, petaka yang merenggut kebugaran tubuh Aidar Lisa tersebut, terjadi saat Provinsi Aceh khususnya Kabupaten Aceh Selatan sedang berkecamuk konflik bersenjata antara Pemerintah RI dengan GAM belasan tahun silam.
Pada suatu hari di zaman konflik, kata Heru, korban sempat mengalami pemukulan disertai penganiayaan berat oleh oknum aparat, sehingga nyawanya nyaris hilang. Sayangnya, pasca terjadi pemukulan dan penganiayaan berat, pihak keluarga korban tidak mengobati korban secara maksimal sampai tuntas.
“Pengobatan saat itu tidak begitu maksimal dan tidak tuntas. Akibatnya, sekitar 6 tahun lalu tiba-tiba tubuh korban terjangkit penyakit lumpuh yang diyakini dampak dari kejadian pemukulan berat dialami korban masa konflik dulu,” ungkap Heru kepada wartawan via sambungan telepone Sabtu, (15/6/2019).
Teuku Heru yang selama ini sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas Politik mengaku baru mengetahui kondisi Aidar Lisa dari temannya. Begitu mengetahui perihal tersebut diapun langsung mengabarkannya ke petinggi Partai Nanggroe Aceh (PNA) baik ditingkat kabupaten maupun provinsi supaya dapat dibantu biaya pengobatan korban.
“Kami sangat berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah, karena dia adalah korban konflik yang sampai sekarang belum mendapatkan perhatian dari pemerintah,” pinta Teuku Heru.
Ia menjelaskan bahwa Aidar Lisa yang masih berstatus lajang ini di rawat oleh ibundanya yang sudah sangat tua. Kondisi itu membuatnya sangat prihatin dan berharap Pemerintah segera membantu biaya pengobatan untuk korban konflik tersebut.
“Jikapun ada program biaya pengobatan gratis dari pemerintah, mereka juga butuh biaya hidup selama menjalani pengobatan, ini tentu menjadi tanggungjawab pemerintah karena yang bersangkutan jelas-jelas bagian dari warga korban konflik yang sama sekali belum mendapatkan bantuan,” tandasnya.