Pesantren MUQ Aceh Selatan Jadi Rujukan Studi Banding Dayah Ar-Risalah Aceh Tamiang

TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Pesantren MUQ Aceh Selatan menerima kunjungan rombongan UPTD Dinas Pendidikan Dayah Kabupaten Aceh Tamiang bersama pimpinan dan jajaran pengurus Pesantren Dayah Ar-Risalah, Kamis (13/8/2026).

Rombongan yang berjumlah 14 orang tersebut melakukan studi banding untuk mempelajari manajemen pengelolaan pesantren, sistem pendidikan, fasilitas, program pembinaan santri hingga tata kelola operasional yang diterapkan di Pesantren MUQ Aceh Selatan.

Bacaan Lainnya

Kepala UPTD MUQ Aceh Selatan, Abdurrahman, S.HI., memaparkan tata kerja birokrasi UPTD, regulasi serta mekanisme penganggaran operasional yang bersumber dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh Selatan, termasuk dukungan terhadap fasilitas pendidikan serta kebutuhan makan dan minum santri.

Sementara itu, Direktur MUQ Aceh Selatan, Tgk. Muhammad Ridho Agung, S.Pd., M.Ag., bersama jajaran memaparkan sistem pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran ilmu keislaman dengan pendidikan akademik sains melalui SMP dan SMA Plus Ulumul Quran.

Paparan juga mencakup peningkatan mutu kurikulum pesantren, program tahfiz Al-Qur’an, pembelajaran kitab turats, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti tilawatil Qur’an, penguasaan bahasa asing, kesenian dan bela diri.

Selain sistem pendidikan, pihak MUQ Aceh Selatan turut menjelaskan pola pengasuhan dan tata tertib kehidupan santri di asrama.

MUQ Aceh Selatan juga memaparkan sejumlah kerja sama pendidikan yang telah dibangun dengan berbagai lembaga, antara lain Pesantren Sulaimaniyah Turkiye dalam bidang metode tahfiz Al-Qur’an, Ma’had An-Nuaimi Jakarta terkait pengabdian mahasiswa tingkat akhir, serta STAIN Tgk Chik Dirundeng Meulaboh dalam bidang penelitian dan beasiswa tahfiz bagi alumni MUQAS pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Kerja sama lainnya dijalin dengan Baitul Mal Aceh dalam mendukung pembiayaan program pendidikan pesantren, Nurul Ikhwah Learning Centre (NILC) sebagai mediator alumni untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah, serta mahasiswa dan alumni Darul Lughah Wad Da’wah (DALWA) dalam peningkatan kualitas pengajar, akademik dan bahasa.

MUQ Aceh Selatan juga menjadi tuan rumah Forum Mahasiswa Aceh Dunia (Formad) dalam penyelenggaraan International Education Expo perdana bagi pelajar, siswa dan santri di Aceh Selatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara kedua pihak yang berlangsung hingga sore hari. Rombongan kemudian berkeliling melihat berbagai fasilitas dan lingkungan kompleks Pesantren MUQ Aceh Selatan.

Sejumlah peserta aktif mengikuti sesi diskusi, di antaranya Kabid Pemberdayaan Santri dan SDM Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tamiang Saparuddin, S.Pd.I., MM.; Kepala UPTD Pengelolaan Dayah Ar-Risalah Syamsuddin, S.Pd.I.; Bendahara Dinas Pendidikan Dayah Aceh Tamiang Musdaliana, SE.; Kasubbag Program Susanti, SE.; Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Tgk. Ahmad Jainuri, SH.; Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Tgk. Erwin Syahputra; serta pamong asrama Pesantren Ar-Risalah.

Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Aceh Tamiang, Tgk. Erwin Syahputra, mengatakan MUQ Aceh Selatan layak dijadikan tujuan studi banding karena mampu menunjukkan perkembangan dan prestasi meski baru sekitar satu dekade berdiri.

Menurutnya, MUQ Aceh Selatan berhasil memadukan pendidikan tahfiz Al-Qur’an, pembelajaran kitab turats dan pendidikan akademik secara seimbang.

“Kami melihat Pesantren MUQ Aceh Selatan layak dijadikan tempat studi banding karena telah meraih banyak prestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan pesantren dan pendidikan akademik dapat berjalan beriringan serta saling mendukung.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pengajaran Al-Qur’an dan Kurikulum, Ustaz Muhammad Ragil Ichfa, menyebut perkembangan MUQ Aceh Selatan dalam beberapa tahun terakhir cukup signifikan.

Sejak 2023 hingga kini, sebanyak 59 santri dan alumni MUQ Aceh Selatan telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz.

“Dengan capaian tersebut kami berharap akan lahir ulama Qurani yang faqih dari MUQ Aceh Selatan,” katanya.

Ia menilai capaian tersebut menjadi penting di tengah tantangan pendidikan pesantren modern, termasuk pengaruh media sosial, arus globalisasi dan persoalan degradasi moral generasi muda.

Di sisi lain, Wakil Direktur Bidang Pengasuhan Santri dan Koperasi, Ustaz Rosul Pilihan Daulay, M.Pd., mengatakan pengelolaan asrama masih menjadi salah satu tantangan yang perlu terus dibenahi.

Menurutnya, MUQ Aceh Selatan yang berada di kawasan Lembah Gunung Panjupian memiliki kapasitas sekitar 250 santri. Meski fasilitas masih tergolong sederhana dan jumlah personel pamong asrama terbatas, pesantren tersebut tetap mampu menjaga kualitas pembinaan dan menorehkan berbagai prestasi.

“Fasilitas pesantren masih tergolong sederhana dan SDM pamong asrama juga masih minim. Namun berkat kerja keras pamong yang ada dalam membina santri, kami mampu meraih prestasi yang membanggakan,” ujarnya.

Ia mengatakan penambahan personel pamong dan wali asrama menjadi kebutuhan ke depan agar pengawasan, kedisiplinan serta pembinaan akhlak santri dapat semakin optimal.

Menurut Rosul, studi banding tersebut juga menjadi momentum bagi kedua pesantren untuk saling bertukar pengalaman, terutama dalam pembinaan akhlak, penerapan disiplin dan pengelolaan lingkungan asrama.

“Kami juga perlu mengetahui nilai positif pembelajaran yang terdapat di Pondok Pesantren Ar-Risalah Aceh Tamiang, sehingga bisa saling belajar dan bertukar strategi dalam membina akhlak serta menghadapi tantangan kedisiplinan santri,” katanya.

Kunjungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan studi banding, tetapi berlanjut menjadi kerja sama dan pertukaran pengalaman yang memperkuat kualitas pendidikan dayah dan pesantren di Aceh.

Pos terkait