TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Tokoh masyarakat Pantai Barat Selatan Provinsi Aceh mengapresiasi keseriusan dan perhatian Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, ingin memajukan pembangunan daerah dari segala sector di wilayah pantai barat selatan khususnya di Kabupaten Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Selatan, dan Aceh Barat Daya (Abdya).
”Kita patut berbangga dan mengapresiasi sosok Pak Luhut Binsar Pandjaitan yang betul-betul serius memperhatikan kemajuan pembangunan di wilayah barat selatan Aceh,” kata tokoh masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh, Teungku Abrar Muda yang secara khusus menghubungi TheTapaktuanPost di Tapaktuan, Senin (20/7/2020).
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Lhok Tapaktuan ini menyatakan, keseriusan Luhut Binsar Pandjaitan ingin memajukan pembangunan daerah dari segala sector di empat kabupaten/kota di Pantai Barat Selatan Aceh itu, telah dibuktikannya baik melalui berbagai program kerja yang telah dicetuskan maupun peninjauan langsung ke lapangan.
Pada tanggal 11 Maret 2020 lalu, Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio telah mengunjungi Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, untuk melihat langsung berbagai potensi sumber daya alam di sana yang dinilai strategis untuk dikembangkan demi menggenjot pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu perhatian utama dalam kunjungannya ke Aceh Singkil saat itu adalah keberadaan lahan gambut rawa singkil termasuk potensi wisata Pulau Banyak yang dinilai cukup strategis dikembangkan untuk di sinergikan atau dipadukan dengan pengembangan wisata Danau Toba, Sumatera Utara, yang telah menjadi destinasi objek wisata Internasional.
Khusus lahan gambut rawa singkil yang lokasinya sekitar 60-70 persen berada di Kabupaten Aceh Selatan itu, ujar Teungku Abrar Muda, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan manca negara karena didalamnya terdapat Flora dan Fauna yang hidup di pohon-pohon besar yang masih alami seperti orang utan, buaya dan berbagai jenis hewan langka lainnya termasuk produksi madu alami di wilayah Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa para turis atau wisatawan yang datang ke Aceh khususnya destinasi wisata Pulau Banyak, Aceh Singkil itu kan mayoritasnya dari Malaysia dan negara – negara muslim lainnya. Akses menuju ke Pulau Banyak ini yang terdekatnya adalah dari Aceh Selatan sehingga pengembangan objek wisata terintegrasi ini sangat strategis untuk dikembangkan,” papar Teungku Abrar Muda.
Untuk mendukung program pengembangan okjek wisata tersebut, berbagai upaya terus dipacu oleh Kementerian Kemaritiman dan Investasi dengan menggandeng beberapa kementerian terkait. Salah satunya adalah akan dilakukan perpanjangan runway Bandara Syekh Hamzah Fansuri, Aceh Singkil dan Bandara T. Cut Ali di Kabupaten Aceh Selatan. Perpanjangan landasan pacu ini bertujuan agar kedua bandara ini bisa didarati pesawat berbadan besar.
“Langkah ini bagian dari aksesibilitas untuk mendukung Aceh Singkil dan Aceh Selatan sebagai zona pengembangan destinasi wisata super prioritas Danau Toba,” ungkap Teungku Abrar Muda.
Selain itu, sambung Teungku Abrar Muda, bukti keseriusan Menko Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan lainnya adalah telah berhasil meyakinkan investor luar negeri untuk menanamkan investasinya di Provinsi Aceh yang diantaranya termasuk di wilayah Pantai Barat Selatan Aceh.
“Ini membuktikan bahwa Bapak Luhut Binsar Pandjaitan mampu memulihkan nama Provinsi Aceh dari kesan (image) menakutkan bagi investor luar negeri karena bekas daerah konflik bersenjata. Artinya dapat kita petik sebuah pesan yang disampaikan oleh beliau bahwa, Provinsi Aceh sekarang ini sudah damai dan tentram. Sudah nyaman bagi investor luar negeri menanamkan investasinya di Aceh,” ujarnya.
Menurutnya, dari sejumlah investor luar negeri yang telah dilobi oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, diantaranya adalah para investor dari Negara Kerajaan Uni Emirab Arab (UEA) yang telah menyatakan minatnya menanamkan investasi di Aceh. Hal itu diketahui, dari hasil pertemuan Plt. Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah MT dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri didampingi Menteri Energi dan Industri UEA, Suhail Mohammed Faraj Al Mazrouei serta Direktur Manajer Badan Pengelola Dana Investasi Kerajaan, Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), di Jakarta Kamis (16/7/2020).
Bahkan, kepada Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Dubes UEA telah menyatakan keinginannya akan membawa para investor dari negaranya untuk berkunjung ke Provinsi Aceh melihat potensi sumber daya alam yang ada, jika wabah virus corona (Covid-19) telah berakhir nantinya.
“Semua ini berkat kerja keras Bapak Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, melobi dan meyakinkan para investor UEA bahwa Provinsi Aceh sekarang ini sudah aman untuk mereka berinvestasi serta di Aceh dipastikan memiliki berbagai potensi sumber daya alam yang melimpah,” ujarnya.
Potensi sumber daya alam di Provinsi Aceh khususnya di Pantai Barat Selatan Aceh, kata Teugku Abrar Muda, selain sektor pariwisata juga terdapat sector pertambangan, pertanian dan perkebunan, perikanan tangkap dan ikan air tawar serta sector minyak dan gas bumi (Migas) blok Singkil dan blok Meulaboh, Aceh Barat dengan total potensi di Blok Singkil asumsi P50 sebesar 296 miliar kaki kubik gas (BCF). Sedangkan Blok Meulaboh memiliki potensi minyak bumi dengan asumsi P50 sebesar 192 juta barel minyak (MMBO) ditambah potensi gas dengan asumsi yang sama sebesar 1,1 triliun kaki kubik gas (TCF).
Menurutnya, masyarakat di Pantai Barat Selatan Aceh sangat menyambut baik rencana investor dari UEA akan menanamkan investasinya di wilayah itu. Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas keseriusan Luhut Binsar Pandjaitan melobi para investor luar negeri tersebut, Teungku Abrar Muda bersama tokoh-tokoh masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh lainnya menyatakan siap “pasang badan” untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para investor luar negeri khususnya dari UEA menanamkan investasinya di wilayah itu.
“Demi untuk kemajuan pembangunan daerah, kita siap berdiri di garda terdepan untuk menjamin kenyamanan dan keamanan para investor menanamkan investasinya di Provinsi Aceh khususnya di Pantai Barat Selatan Aceh,” tegasnya.
Sosok Pejabat Loyal dan Berkomitmen
Bagi Teungku Abrar Muda dan tokoh-tokoh masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh lainnya, Luhut Binsar Pandjaitan selain sosok menteri yang dikenal sangat dekat dengan Presiden Jokowi, juga pernah di dengar sebagai sosok tokoh nasional dari kalangan purnawirawan militer yang sangat dekat dan loyal kepada mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gusdur).
Kesetiaan Luhut Binsar Pandjaitan kepada Alm. Gusdur sudah teruji. Buktinya, Luhut tetap bertahan mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid sampai detik-detik terakhir. Meksipun Luhut sudah tahu dan sangat faham betul bahwa posisi arah politik saat itu sudah pasti tidak menguntungkan bagi karier politiknya.
Tapi karena sikap loyal dan kesetiaan telah terpatri di benaknya sejak masih aktif sebagai prajurit TNI, Luhut Binsar Pandjaitan tidak mau meninggalkan sahabat terutama jika mereka sedang berada dalam situasi sulit. Luhut memahami betul bahwa seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.
Selain itu, sosok pejabat dari Sumatera Utara ini juga dikenal sebagai figur nasionalis yang focus ingin memajukan pembangunan daerah di seluruh pelosok Indonesia.
Teungku Abrar Muda bersama tokoh-tokoh masyarakat Pantai Barat Selatan Aceh lainnya, mengaku pernah melihat langsung sikap ketegasan dan keseriusan Luhut Binsar Pandjaitan, saat memimpin rapat pengembangan okjek wisata Danau Toba yang di sinergikan atau dipadukan dengan pengembangan okjek wisata Pulau Banyak, Aceh Singkil.
Luhut Binsar Pandjaitan, betul-betul bukan tipikal orang yang terlalu mementingkan basa-basi, dia akan memilih kata-kata paling lugas untuk menyampaikan buah pikirannya.
Menurut penilaiannya, salah satu karakter yang paling menonjol dari Luhut Binsar Pandjaitan adalah langsung spontan menolong orang yang membutuhkan atau meminta pertolongan kepadanya. Jika beliau sudah mengatakan “Saya akan bantu” maka dia akan bantu pada kesempatan pertama.
Bahkan bila perlu, tanpa tedeng aling-aling beliau akan langsung menghubungi pihak-pihak yang beliau tahu bisa menyelesaikan persoalan itu, segera dan langsung di hadapan orang tersebut. Tidak ada istilah menunda-nunda. []

