TheTapaktuanPost | Banda Aceh. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran juga meminta kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) tidak membatalkan proyek multiyears (tahun jamak) pembangunan jalan tembus Trumon, Aceh Selatan – Singkil melalui sumber anggaran Otsus Aceh tahun 2020, 2021 dan 2022.
“Saya atas nama Bupati Aceh Selatan meminta sekaligus sangat berharap kepada DPRA tidak membatalkan proyek multiyears pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil,” kata Tgk. Amran kepada TheTapaktuanPost via sambungan telephon dari Banda Aceh, Senin (20/7/2020).
Bupati mengatakan, kelanjutan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil ini merupakan dambaan dan harapan masyarakat Aceh Selatan dan Aceh Singkil khususnya ribuan masyarakat yang bermukim di Kemukiman Bulohseuma, Kecamatan Trumon dan Kuala Baro, Aceh Singkil sejak puluhan tahun lalu.
Sebab, dengan telah rampungnya atau beroperasionalnya jalan tembus antar kabupaten tersebut, akan mengakhiri kondisi keterisolasian masyarakat setempat. Sehingga dengan sendirinya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kedua kabupaten bertetangga itu.
“Satu-satunya cara untuk ‘memerdekakan’ ribuan masyarakat yang bermukim di Kemukiman Bulohseuma Kecamatan Trumon dari kondisi keterisolasian selama ini adalah dengan cara merampungkan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil tersebut,” tegas Tgk. Amran.
Selain masalah jalan tembus Trumon – Singkil, Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran juga meminta kepada Pemerintah Aceh dan DPRA agar memperhatikan kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Regional BLUD RSUD Yuliddin Away Tapaktuan yang hingga kini masih belum rampung.
“Agar pembangunan fasilitas kesehatan rumah sakit regional ini bisa segera rampung, kita mengharapkan kepada Pemerintah Aceh dan DPRA agar system penganggarannya juga dimasukkan dalam program multiyears. Hal ini sesuai dengan program yang direncanakan sebelumnya,” pintanya.
Menurut Tgk. Amran, lanjutan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil maupun rumah sakit regional RSUD YA Tapaktuan, merupakan program pembangunan yang sama-sama bersifat mendesak sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini.
Karena itu, atas nama Bupati Aceh Selatan ia mengharapkan kepada Pemerintah Aceh dan DPRA dapat memprioritaskan program pembangunan proyek tersebut untuk di tuntaskan segera dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita mendukung langkah Pemerintah Aceh memasukkan lanjutan pembangunan rumah sakit regional RSUD YA Tapaktuan bersama lanjutan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil dalam program multiyears. Karena itu, kita berharap kepada legislative dan eksekutif dapat memberi dukungan maksimal serta melakukan pembahasan bersama sehingga program pembangunan yang sudah lama di nanti-nantikan oleh masyarakat ini dapat segera dirampungkan,” tandas Tgk. Amran.
Butuh Anggaran Rp. 333 miliar lagi
Sementara itu, tokoh masyarakat Aceh Selatan Tgk. Abrar Muda menyatakan mendukung usulan dan permintaan Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran meminta kepada DPRA tidak membatalkan proyek multiyears lanjutan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil serta dimasukkan program lanjutan pembangunan rumah sakit regional RSUD YA Tapaktuan dalam program multiyears sumber anggaran Otsus Aceh.
Meskipun demikian, Tgk. Abrar Muda juga sependapat dengan DPRA yang berencana akan merasionalkan kembali pengalokasian anggaran sebanyak 12 paket proyek multiyears seluruh Aceh yang menyedot anggaran Otsus Aceh mencapai Rp. 2,7 Triliun.
“Kita juga mendukung langkah pihak DPRA akan merasionalkan kembali pengalokasian anggaran 12 paket proyek multiyears seluruh Aceh senilai Rp. 2,7 triliun. Artinya bahwa, seperti contohnya di Kabupaten Aceh Selatan, lanjutan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil yang di danai melalui program anggaran multiyears harus di tuntaskan segera, lanjutan pembangunan rumah sakit regional RSUD YA Tapaktuan juga harus dituntaskan segera karena sama-sama sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Tgk. Abrar Muda.
Menurutnya, berdasarkan hasil perhitungan pihak dinas terkait lanjutan pembangunan rumah sakit regional RSUD YA Tapaktuan hingga rampung siap di operasionalkan masih membutuhkan anggaran mencapai Rp. 333 miliar. Karena masih membutuhkan anggaran besar, maka pihaknya mendukung langkah Pemerintah Aceh bersama DPRA akan memprogramkan lanjutan pembangunan rumah sakit regioanal tersebut melalui program multiyears sumber dana Otsus Aceh.
“Jika rencana pihak DPRA merasionalkan kembali pengalokasian anggaran multiyears jadi dilakukan, maka kita berharap hasil rasionalisasi anggaran multiyears itu tetap digunakan untuk pembangunan infrastruktur di daerah tersebut. Seperti di Aceh Selatan, hasil rasionalisasi anggaran multiyears lanjutan pembangunan jalan tembus Trumon – Singkil agar dapat digunakan juga untuk lanjutan pembangunan rumah sakit regional RSUD YA,” harapnya.






