TheTapaktuanPost | Trumon. Para petani perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Aceh Selatan khususnya diwilayah Trumon Raya mengeluhkan harga komoditas Tandan Buah Segar (TBS) sawit justru turun saat ini.
Ironisnya lagi, turunnya komoditas pertanian yang menjadi mata pencaharian utama (unggulan) mayoritas masyarakat disana justru disaat harga sejumlah kebutuhan pokok terus merangkak naik ditengah darurat pandemi wabah virus corona (Covid-19) sedang melanda negeri ini.
“Para petani menjerit, disaat harga sejumlah kebutuhan pokok terus merangkak naik, apalagi saat ini menjelang meugang puasa bulan suci ramadhan, harga komoditas TBS sawit justru turun. Padahal, perekonomian dan daya beli masyarakat sangat tergantung pada hasil penjualan sawit,” kata salah seorang petani sawit di Trumon, Teuku Ajay Heru, saat berbincang-bincang dengan TheTapaktuanPost via aplikasi WhatsApp, Sabtu (18/4/2020).
Ia menyebutkan, harga penjualan TBS sawit oleh petani yang ditampung oleh agen-agen pengumpul di Ram dikawasan Trumon Raya berkisar sekitar Rp. 1.170/Kg.
Harga ini, lanjutnya, mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan harga TBS sawit sebelum merebaknya wabah virus corona yaitu masih bertahan pada kisaran harga Rp. 1.250/Kg.
“Artinya bahwa dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang terjepit, harga TBS sawit bukan naik tapi justru terjadi penurunan sekitar Rp. 80,” sesal Heru.
Mantan kombatan GAM ini menyatakan, harga TBS sawit sekarang ini Rp. 1.170/Kg merupakan kisaran harga yang tidak mampu melepas kondisi perekomian petani setempat yang sedang terjepit.
“Harga Rp. 1.170/kg itu, ibaratnya harga pas-pasan. Dari pada kelaparan tidak ada pemasukan ekonomi ya terpaksa petani tetap bekerja menggarap kebunnya. Sebab jika dibandingkan dengan kondisi harga kebutuhan pokok sekarang ini terus naik, sangat tidak sesuai. Selesai panen habis uang,” ungkap Heru memberi tamsilan.
Menurutnya, jika dikalkulasikan dengan biaya kebutuhan hidup saat kondisi darurat Covid-19 serta menjelang meugang puasa ramadhan sekarang ini, normalnya harga TBS sawit tersebut berkisar antara Rp. 1.450/kg – Rp. 1.500/kg.
Karena itu, ia mewakili para petani sawit di wilayah pedalaman Aceh Selatan tersebut, mengharapkan “kehadiran negara” menormalkan kembali harga penjualan TBS sawit di pasaran. Sehingga masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya disektor itu dapat terbantu.
“Kita mengharapkan perhatian pihak pemerintah secara serius mengatasi persoalan yang sangat dikeluhkan petani sawit ini,” pungkasnya.
Petani Trumon Mengeluh, Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik TBS Sawit Justru Turun
