TheTapaktuanPost | Meukek. Sekdakab Aceh Selatan, H. Nasjuddin S.H, secara resmi telah membuka turnamen futsal Matador Cup 1, di Lapangan Futsal Outdoor, Gampong Kuta Buloh II, Kecamatan Meukek, Sabtu (7/3/2020) sore.
Pembukaan open turnamen futsal dengan tema “berprestasi tanpa narkoba” yang digelar oleh pemuda Gampong Kuta Buloh II ini, ditandai dengan tendangan bola perdana oleh Sekda Nasjuddin ke salah satu gawang.
Turut mendampingi Sekda Nasjuddin membuka turnamen yang baru kali perdana digelar ini antara lain, asisten II Setdakab Zaini Bakri S.Sos, Kadispora Rustam, Kadis Pertanian Yulizar S.P, Kadisdukcapil Lahmuddin S.Sos, Kadis Pariwisata Safril, Kabag Humas Setdakab Drs. Ramli Tanjung dan dokter specialis bedah RSUD Yuliddin Away Tapaktuan, dr. Mawarzi.
Hadir juga mantan anggota DPRA dari Partai Nasdem Drs. Yunardi Natsir, Kapolres Aceh Selatan yang diwakili Kapolsek Meukek, Dandim 0107 yang diwakili Danramil Meukek, tokoh dan ratusan masyarakat pecinta olahraga futsal.
Rangkaian kegiatan seremonial pembukaan turnamen futsal Matador Cup 1 diawali penyambutan rombongan Sekda Aceh Selatan dengan tarian ranup lampuan yang diperagakan oleh anak-anak desa setempat. Selain itu, juga dilakukan pembacaaan ikrar anti narkoba oleh perwakilan tim yang ikut serta pada turnamen tersebut.
Ratusan penonton yang hadir pada sore itu termasuk para pejabat Aceh Selatan, juga dihibur dengan pertandingan laga pembuka yang mempertemukan tim Debar FC Samadua Vs Lumba-lumba FC Sawang.
Ketua Panitia Turnamen Matador Cup I, Herry Mauliza (Ori) melaporkan bahwa, even bergengsi ini akan berlangsung selama 3 minggu, terhitung mulai tanggal 7 – 25 Maret tahun 2020.
Turnamen yang memperebutkan total hadiah Rp. 25 juta ini, diikuti sebanyak 68 tim dari wilayah Pantai Barat Selatan Provinsi Aceh yakni mulai dari Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Abdya, Aceh Selatan, Subulussalam, Singkil hingga Simeulue.
“Turnamen ini berlangsung dengan sistem gugur. Sebanyak 68 tim akan bertarung habis-habisan untuk mengamankan posisi masuk 16 besar hingga babak seterusnya. Sampai akhirnya nanti akan tinggal dua tim raksasa berlaga hidup-mati di partai final,” ujarnya.
Pihak panitia memberikan apresiasi yang tinggi serta berterimakasih kepada seluruh pihak khususnya pihak sponsor yang telah berkontribusi mendukung terlaksananya turnamen tersebut.
Menurutnya, tujuan utama digelar turnamen futsal ini adalah untuk melatih sportivitas dan kedisiplinan anak-anak muda generasi melenial dalam memainkan cabang olahraga tersebut. Selain itu, juga untuk menghindari aktivitas negatif para remaja seperti pengaruh narkoba.
“Dengan berolahraga akan membiasakan para generasi milenial hidup sehat. Anak muda juga harus diberi ruang untuk kreatif, dengan berolahraga salah satu bentuknya,” ungkapnya.
Minim Perhatian
Dikesempatan itu, dihadapan Sekda Nasjuddin dan pejabat teras lainnya, mantan Presiden BEM UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini, mengkritisi minimnya perhatian instansi terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan merealisasikan program kerja pemberdayaan sosial para pemuda generasi penerus bangsa masa depan terutama dalam hal pencegahan pengaruh negatif narkoba.
Seharusnya, kata pria yang akrap di sapa Ori ini, pelaksanaan turnamen futsal ini merupakan momen sangat strategis dimanfaatkan oleh instansi terkait seperti pihak BNNK, PMI, RSUD Yuliddin Away dan Dinas Kesehatan untuk melibatkan para pemuda dalam kegiatan bhakti sosial salah satunya aksi donor darah dan sosialisasi bahaya narkoba.
“Seharusnya, instansi terkait dijajaran Pemkab Aceh Selatan dapat memanfaatkan momen ini untuk menjalankan atau menyosialisasikan program-program pemerintah Aceh Selatan, seperti kegiatan donor darah maupun penyuluhan bahaya narkoba,” sesal Ori.
Sementara itu, Keuchik Kutabuloh II, Kecamatan Meukek, Said Afdhal, mengatakan pihaknya sangat menyambut baik dan mendukung penuh digelarnya turnamen futsal Matador Cup 1 ini.
Namun ia meminta kepada para pemuda yang menjadi panitia dilapangan, agar betul-betul mengawal jalannya pertandingan dengan penuh tanggungjawab. Ia tidak ingin melihat turnamen itu akan berakhir dengan keributan sehingga mencoreng nama baik gampong.
“Saya harap, pelaksanaan turnamen ini berjalan aman dan lancar. Semua pihak wajib menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai persahabatan. Khusus kepada tuan rumah, saya tekankan bahwa, jangan semata-mata bertujuan merebut gelar juara pertama dengan menonjolkan ego seolah-olah paling hebat lalu mengabaikan sportivitas. Sebab jika ingin juara sendiri, untuk apa mengundang pihak lain dari jauh-jauh untuk ikut serta,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Keuchik Kuta Buloh II, Said Afdhal turut menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi membantu pembangunan lapangan futsal kebanggaan masyarakat tersebut.
Meskipun demikian, ia mengaku bahwa sampai saat ini masih juga terbebani dengan permintaan masyarakat yang terus mendesak agar pembangunan lapangan tersebut terus ditingkatkan hingga menjadi lapangan indoor dengan dilapisi rumput lapangan berbahan sintetis.
“Makanya, dalam kesempatan ini kami bermohon kepada Pemkab Aceh Selatan melalui Pak Sekda, agar sudi kiranya membantu pembangunan atap lapangan futsal ini serta ditambah pemasangan rumput sintetis. Sehingga dengan makin refresentatifnya lapangan ini, kita harapkan dapat menambah semangat anak-anak muda mengukir prestasi dibidang olahraga futsal yang gemilang, mengharumkan nama baik daerah dan masyarakat di kancah provinsi hingga nasional,” tandasnya.

