TheTapaktuanPost | Meukek. Pemkab Aceh Selatan memberi dukungan penuh atas terselenggaranya turnamen futsal Matador Cup 1. Even turnamen yang mengangkat tema “berprestasi tanpa narkoba” ini rencananya akan dijadikan agenda rutin daerah yang digelar setiap tahunnya.
Kabar gembira itu disampaikan langsung oleh Sekdakab Aceh Selatan, H. Nasjuddin S.H dihadapan pejabat daerah dan ratusan masyarakat saat membuka turnamen tersebut, di Lapangan Futsal Outdoor, Gampong Kuta Buloh II, Meukek, Sabtu (7/3/2020).
“Apa yang disampaikan oleh Keuchik Kuta Buloh II tadi akan kita sahuti. Salah satunya, kita akan mengupayakan turnamen ini menjadi agenda rutin daerah. Tuan rumah tetap di Meukek tapi even turnamen ini menjadi agenda daerah. Nanti akan kita laporkan kepada pimpinan,” kata Nasjuddin.
Nasjuddin mengaku sangat tertarik ketika mendengar penjelasan dari salah seorang tokoh Meukek sebelum tiba dilapangan membuka acara itu, yang menerangkan bahwa kepanjangan dari nama klub sepakbola “Matador” yaitu “Meukek Akan Tetap Dalam Olahraga”.
Ia mendengar bahwa, nama klub bola Gampong Kuta Buloh II Meukek ini, ternyata di cetuskan oleh seorang tokoh Meukek yang pernah menjabat Bupati Aceh Selatan yaitu Sukardi Is.
“Tadi saya sangat terkejut ketika mendengar penjelasan ini. Ternyata masyarakat Meukek sangat cinta olahraga,” ucapnya.
Terkait akan berlangsungnya turnamen futsal Matador Cup 1 yang diikuti sebanyak 68 tim dari wilayah Pantai Barat Selatan Aceh, Sekda Nasjuddin berpesan agar pada setiap pertandingan yang akan berlangsung, seluruh tim menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai persahabatan. Ia mendukung penuh arahan Keuchik Kuta Buloh II, agar pelaksanaan kegiatan ini jangan sampai tercederai dengan aksi keributan dan perkelahian.
“Saya mengharapkan, agar turnamen ini berjalan lancar dan aman, sehingga ke depannya dapat terlaksana secara lebih besar lagi,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Sekda Nasjuddin juga menyampaikan permohonan maaf Plt. Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran karena tidak sempat menghadiri acara tersebut. Ia yang sebelumnya tidak teragenda membuka acara itu, terpaksa mengambil alih pasca menerima informasi secara tiba-tiba bahwa Plt. Bupati tidak sempat hadir.
“Sebenarnya sesuai agenda awal, saya hadir ke sini bukan untuk membuka turnamen ini, tapi hanya menghadiri memenuhi undangan yang disampaikan pihak panitia. Dari kemarin hingga siang tadi, masih terjadwal Bapak Plt. Bupati yang membukanya, namun karena tiba-tiba beliau harus menghadiri acara lain yang lebih penting, maka pembukaan acara ini terpaksa saya ambil alih,” ungkap Sekda.
Sedangkan terkait permintaan Keuchik Kuta Buloh II, membantu dana pembangunan atap lapangan futsal dan pemasangan rumput lapangan berbahan sintetis, Sekda Nasjuddin justru mengarahkan tokoh-tokoh Meukek yang memiliki relasi luas di provinsi dan pusat untuk membuat dan mengajukan proposal. Pihaknya siap melengkapi dan memfasilitasi pengajuan proposal dimaksud.
“Barangkali, ada tokoh-tokoh Meukek yang memiliki relasi di provinsi dan kementerian terkait di Jakarta, silahkan ajukan proposal. Nanti kami siap membantu untuk menguatkannya,” ujar Sekda.

