Sembilan Batang Tiang Listrik di Aceh Selatan Tumbang

TheTapaktuanPost | Kluet Selatan. Sedikitnya sembilan batang tiang listrik PLN di ruas jalan lintasan nasional Tapaktuan-Medan tepatnya di Rantau Sialang, Desa Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan tumbang dan patah akibat dihantam badai dan angin kencang, Sabtu (27/4/2019) sore.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kejadian ini mengakibatkan arus transportasi dari Tapaktuan-Medan maupun sebaliknya sempat terganggu selama beberapa jam.

Bacaan Lainnya

Keterangan dihimpun, sembilan batang tiang listrik yang berdiri persis dipinggir badan jalan negara tersebut tumbang akibat tertimpa pohon kayu besar yang lebih dulu tumbang akibat dihantam badai.

Pohon kayu beserta tiang litrik tersebut tumbang persis melintangi badan jalan, sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas selama beberapa jam.

Arus lalu lintas baru normal kembali setelah pihak PLN Rayon Kota Fajar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Selatan mengerahkan sejumlah personilnya bersama peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan pohon kayu dan tiang listrik dari atas badan jalan.

Tidak hanya itu, peristiwa tumbangnya tiang listrik ini juga mengakibatkan sebanyak tujuh kecamatan di Aceh Selatan mengalami pemutusan arus listrik selama beberapa jam.

Tujuh kecamatan tersebut masing-masing adalah sebagian Kecamatan Kluet Selatan, Bakongan, Bakongan Timur, Kota Bahagia, Trumon, Trumon Tengah dan Trumon Timur.

Arus listrik dari Gardu Induk PLN di Kota Fajar tidak bisa dialiri ke pelanggan di tujuh kecamatan tersebut, karena kabel bertegangan daya menengah turut putus total akibat tumbangnya tiang listrik di Kawasan Rantau Sialang tersebut.

Manager PLN Rayon Kota Fajar, Zulham ZA, yang dimintai konfirmasi via sambungan telepon Minggu (28/4/2019) membenarkan sebanyak sembilan batang tiang listrik PLN tumbang di sepanjang ruas jalan Rantau Sialang akibat dihantam badai dan angin kencang.

“Sebenarnya, pasca cuaca buruk sepanjang beberapa hari terakhir banyak jumlah tiang listrik yang tumbang dan patah. Tapi khusus yang bertegangan daya menengah di Rantau Sialang jumlahnya sembilan batang,” kata Zulham.

Pihaknya, lanjut Zulham, langsung bergerak cepat membersihkan tiang listrik yang tumbang dari atas badan jalan negara sehingga hanya berselang beberapa jam arus lalu lintas sudah normal kembali.

Demikian juga terkait arus listrik terhadap para pelanggan, ia memastikan bahwa pada Sabtu (27/4) malam kemarin arus listrik ke pelanggan di wilayah tersebut telah normal kembali.

Karena saat ini sedang diselesaikan penanaman kembali tiang listrik yang tumbang, arus listrik ke rumah-rumah pelanggan untuk sementara waktu di suplai dari Area PLN Subulussalam.

Ia menyebutkan bahwa, dari sembilan batang tiang listrik yang tumbang dan patah, sebanyak tujuh tiang sudah berhasil ditanam kembali. Sementara dua batang lagi belum selesai sampai saat ini karena kultur tanah di wilayah itu bercampur pasir sehingga pihaknya sedikit mengalami kendala.

“Dua batang lagi ini sudah sempat kami tanam tapi tiang ini sempat tumbang lagi, makanya saat ini sedang kami cari solusi agar penanaman tiang ini lebih kokoh tidak mudah tumbang,” ungkapnya.

Pos terkait