TheTapaktuanPost | Tapaktuan – Sebanyak 17 kepala sekolah di Kabupaten Aceh Selatan harus melepas jabatan strukturalnya dan kembali menjalankan tugas sebagai guru. Keputusan itu menjadi bagian dari perombakan kepemimpinan sekolah yang dilakukan Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, melalui mutasi, rotasi, dan promosi kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).
Di saat bersamaan, Mirwan melantik dan mengambil sumpah jabatan 38 kepala sekolah jenjang Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Prosesi pelantikan berlangsung di Hall Pendopo Bupati Aceh Selatan, Tapaktuan, Senin (19/10/2026), sekitar pukul 17.00 WIB.
Perombakan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Aceh Selatan Nomor 821.29/365/2026 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian dalam Jabatan Kepala Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan.
Surat keputusan yang ditetapkan pada 16 Oktober 2026 dan ditandatangani Bupati Mirwan MS itu sekaligus menjadi dasar perubahan penugasan sejumlah tenaga pendidik di berbagai sekolah.
Dari 38 kepala sekolah yang dilantik, tiga orang ditempatkan pada jenjang TK, 25 orang pada jenjang SD, dan 10 orang pada jenjang SMP.
Sementara itu, 17 kepala sekolah yang tidak lagi menduduki jabatan pimpinan sekolah mendapat penugasan kembali sebagai guru di sejumlah satuan pendidikan.
Mereka antara lain Bakri yang ditugaskan sebagai guru SD Negeri Ujung Gunung, Muhammad Nasir di SD Negeri Ujung Padang Bakongan, Al Zikri Rahmatillah di SMP Negeri 1 Sawang, serta Boy Hendrik di SMP Negeri 1 Labuhan Haji.
Nama lainnya adalah Zulkarnaini yang mendapat penugasan sebagai guru SD Negeri 2 Krueng, Syafruzal di SD Negeri 1 Panton Luas Sawang, Diana Rizal di TK Negeri Kembang Seroja, dan Faridah di SD Negeri Jambo Dalem.
Selain itu, Zainun Abidin kembali bertugas sebagai guru SD Negeri 1 Panton Luas Sawang, Alimi di SMP Negeri 5 Kluet Utara, Lili Suryani di TK Negeri Az-Zahab, serta Asmina di SD Negeri 4 Labuhan Haji.
Lima nama lainnya yakni Adek Fera Mitria yang ditugaskan di TK Negeri Selanga Meuligo Selatan, Jasman di SD Negeri 2 Alur Duamas, Lisman di SD Negeri 1 Keumumu, Ismail di SD
Negeri 1 Seubadeh, dan Haijib di SD Negeri Panton Luas Baru.
Pada jenjang TK, tiga kepala sekolah yang dilantik masing-masing Sri Mulyanti sebagai Kepala TK Negeri Ananda Sawang, Mutia sebagai Kepala TK Negeri Kembang Seroja, dan Rahmawati sebagai Kepala TK Negeri Selanga Meuligo Selatan.
Untuk jenjang SD, sejumlah nama yang mendapat penugasan sebagai kepala sekolah di antaranya Burmawinadi di SD Negeri Lhueng Beurawe, Nanda Redha Phoenna T.A. di SD Negeri 2 Labuhan Haji, Medi Sultanzah di SD Negeri Ujung Gunung, serta Nursyahadah di SD Negeri Ujung Padang Bakongan.
Selanjutnya, Zulkarnaini dipercaya memimpin SD Negeri 1 Samadua, Sri Wahyuni J.S. di SD Negeri 7 Labuhan Haji, Ewisdar di SD Negeri Lubuk Melayu, dan Roslan di SD Negeri 2 Krueng.
Sementara pada jenjang SMP, sepuluh kepala sekolah yang dilantik meliputi Fitra Ramdaini sebagai Kepala SMP Negeri 3 Trumon, Nurul Fitri di SMP Negeri 3 Labuhan Haji Barat, Jasmin di SMP Negeri Trumon, serta Rasijan di SMP Negeri 2 Labuhan Haji Barat.
Berikutnya, Yuli Mardhani menjabat Kepala SMP Negeri 1 Meukek, Marhayati di SMP Negeri 3 Labuhan Haji Timur, Ashabul Yaqin di SMP Negeri 3 Sawang, Yuliardi di SMP Negeri 1 Kluet Utara, Aina Cahyani di SMP Negeri 6 Kluet Utara, dan Ria Anggraini Rizal di SMP Negeri 1 Labuhan Haji Barat.
Pergantian kepemimpinan ini menandai perubahan penugasan puluhan tenaga pendidik di lingkungan Disdikbud Aceh Selatan.
Meski demikian, surat keputusan yang menjadi dasar pelantikan tersebut tidak merinci alasan individual di balik pengembalian 17 kepala sekolah menjadi guru.
Perubahan penugasan itu sekaligus menempatkan perhatian pada kesinambungan pengelolaan sekolah, terutama dalam memastikan proses belajar mengajar dan pelayanan pendidikan tetap berjalan setelah pergantian pimpinan.
