Sekda Aceh Selatan : Sampai Saat Ini Pemkab Masih Butuh Tenaga Honorer dan Kontrak

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Selatan, Cut Syazalisma S.STP, mengatakan, sampai saat ini Pemkab setempat masih membutuhkan peranserta para tenaga honorer dan kontrak untuk mewujudkan pelayanan public yang berkualitas di daerah itu. Karena itu, Ia meminta kepada abdi negara non-ASN itu tetap focus dan serius bekerja secara bertanggungjawab dalam rangka membantu tugas-tugas pemerintah melayani berbagai kepentingan masyarakat.

“Kami minta agar tetap fokus, bertanggungjawab dan serius dalam bekerja. Sampai saat ini, daerah masih membutuhkan keberadaan tenaga honorer dan kontrak dalam pelaksanaan pelayanan pemerintah kepada publik, terlebih kehadiran pegawai non-ASN ini juga dapat membantu tugas-tugas yang diemban oleh ASN,” kata Cut Syazalisma di Tapaktuan, Rabu (5/1/2022).

Bacaan Lainnya

Sekda Aceh Selatan mengatakan, strategi-strategi tertentu terus dilakukan Pemkab setempat dalam menghadapi pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2021 dengan tujuan agar pemerintahan daerah dapat terus berjalan optimal.

Sejak awal, ujarnya, semangat yang dibawa melalui pelaksanaan otonomi daerah adalah terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, salah satu kewenangan yang diberikan adalah pengelolaan pungutan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Namun hingga saat ini, sebagaimana laporan Kementerian Keuangan RI, belum optimalnya persentase Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih menjadi permasalahan utama kabupaten/kota di Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Aceh Selatan.

“Terlebih pada masa pandemi COVID-19 ini, semua berdampak yang sangat luas pada lintas sektor,” ucap Ketua Tim Anggaran Pemerintah Kabupaten (TAPK) ini.

Ia melanjutkan, di awal tahun 2022 ini, pemerintah terus mengidentifikasi sumber-sumber PAD yang potensial untuk dikembangkan di Kabupaten Aceh Selatan, hal ini merupakan fokus utama pemerintah daerah bersama OPD terkait lainnya.

“Pengalaman kebijakan refocusing anggaran pada tahun 2021, serta penurunan alokasi transfer dari pusat ke daerah, menunjukkan bahwa peningkatan PAD menjadi ‘pekerjaan rumah’ yang wajib kita selesaikan secara Bersama-sama,” tegasnya.

Meskipun demikian, Ia memastikan kondisi keuangan daerah saat ini cukup stabil, walaupun dampak pandemi COVID-19 pada berbagai kebijakan baik di tingkat pusat maupun daerah tidak dapat dielakkan. Namun pihaknya optimis, dengan upaya dan dukungan seluruh pihak, Aceh Selatan dapat bangkit dan keluar dari keterpurukan ekonomi di masa pandemi tersebut.

Pos terkait