TheTapaktuanPost | Tapaktuan — Hari libur tak selalu menjadi waktu istirahat bagi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Selatan, M. Najur S.Pd. Sabtu, bahkan Minggu jika diperlukan, dimanfaatkannya untuk turun langsung meninjau kondisi satuan pendidikan di sejumlah kecamatan.
Kunjungan itu dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak sekolah. Dalam sejumlah kesempatan, M. Najur turut didampingi pengawas sekolah pembina untuk melihat langsung kondisi sekolah sekaligus mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya Disdikbud Aceh Selatan memastikan proses pendidikan berjalan efektif, tertib, dan berkualitas.
Pengawasan juga diarahkan untuk mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan dalam membangun masyarakat berkualitas dan berdaya saing melalui peningkatan mutu pendidikan yang merata, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia Aceh Selatan yang produktif.
“Hari Sabtu, bahkan apabila diperlukan hari Minggu sekalipun, meskipun merupakan hari libur, saya pergunakan untuk meninjau satuan pendidikan,” kata M. Najur kepada wartawan di Tapaktuan, Senin (28/9/2026).
Tidak hanya pada akhir pekan, pola kunjungan mendadak tersebut juga diterapkan pada hari kerja. Setiap Senin pagi, M. Najur dijadwalkan mendatangi sekolah secara bergiliran untuk menjadi pembina upacara, juga tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Melalui cara itu, kondisi riil sekolah diharapkan dapat terlihat secara langsung, mulai dari kedisiplinan, kehadiran tenaga pendidik dan kependidikan hingga berbagai persoalan yang dihadapi masing-masing satuan pendidikan.
Hasil observasi dan evaluasi selama kunjungan kemudian diinventarisasi secara sistematis untuk menjadi bahan evaluasi serta dasar menentukan langkah perbaikan dan peningkatan kinerja pendidikan.
M. Najur mengingatkan seluruh kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan agar menjaga kedisiplinan dan menjalankan tugas serta tanggung jawab secara optimal. Kunjungan, menurut dia, dapat dilakukan sewaktu-waktu ke setiap satuan pendidikan di Aceh Selatan.
Sejumlah sekolah yang telah dikunjungi antara lain SD Negeri Kota Indarung dan SMP Negeri 2 Kluet Tengah. M. Najur juga menjadi pembina upacara di SD Negeri Kedai Runding.
Kunjungan serupa dilakukan ke SMP Negeri 2 Labuhanhaji Barat, SMP Negeri 4 Kluet Utara, serta TK Dharma Wanita Labuhanhaji.
Disdikbud Aceh Selatan juga membuka ruang pengawasan yang lebih luas dengan mengajak masyarakat ikut mengawal penyelenggaraan pendidikan.
M. Najur meminta lembaga swadaya masyarakat, tokoh masyarakat, komite sekolah, camat hingga keuchik untuk ikut mengawasi aktivitas satuan pendidikan di wilayah masing-masing.
“Apabila ditemukan pelanggaran, ketidakdisiplinan, atau persoalan lain di lingkungan sekolah, masyarakat diminta menyampaikan informasi kepada Disdikbud Aceh Selatan,” tegas M. Najur.
Setiap laporan yang diterima, kata dia, akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti, termasuk dengan melakukan kunjungan langsung ke sekolah bersangkutan.
Menurut M. Najur, pengawasan tersebut bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi bagian dari evaluasi dan pembenahan agar kualitas pelayanan pendidikan di Aceh Selatan terus meningkat.






