oleh

Tindaklanjuti Pertemuan Tgk. Amran dengan Edhy Prabowo, Prof. Rokhmin Dahuri Kunjungi Aceh Selatan

TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Koordinator Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Prof. Dr  Ir  Rokhmin Dahuri MS bersama beberapa Direktur Jenderal (Dirjen) dan staf khusus menteri, mengunjungi Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (12/11/2020) dalam rangka meninjau sejumlah sarana dan prasarana Kelautan dan Perikanan di daerah itu.

Kunjungan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Edhy Prabowo, S.E, M.M, M.B.A di Jakarta pada 26 Februari 2020 lalu, yang secara khusus membicarakan terkait pengembangan potensi pengelolaan perikanan dan kelautan di Aceh Selatan yang membutuhkan perhatian khusus dan serius dari Pemerintah Pusat.

Ikut dalam rombongan Prof. Rokhmin Dahuri yang juga menjabat sebagai Penasihat Menteri KKP bidang Daya Saing SDM, Inovasi Tekhnologi dan Riset antara lain, Dirjen Perikanan Budidaya, Dirjen Penguatan Daya Saing Kelautan dan Perikanan serta Dirjen Pengelolaan Ruang Laut.

Rombongan pejabat tinggi KKP yang secara khusus berkunjung ke Aceh Selatan, bertolak dari Jakarta menumpang Pesawat Garuda Indonesia pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar sekitar pukul 10.20 WIB. Rombongan disambut oleh Ketua MPP PNA, Tgk. Abrar Muda, para petinggi PDIP Aceh bersama Ketua PDIP Aceh Selatan Alja Yusnadi, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Selatan Dzumairi S.Pi,MT serta sejumlah pejabat lainnya.

Sebelum bertolak ke Aceh Selatan via jalur darat, rombongan pejabat tinggi KKP bersama tim penjemput dari Aceh Selatan terlebih dulu di jamu makan siang oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah di Pendopo Gubernur, Banda Aceh. Rombongan baru bertolak ke Aceh Selatan sekitar pukul 16.00 WIB dan tiba di Pendopo Bupati Aceh Selatan Kamis (12/11/2020) sekitar pukul 01.00 dinihari.

Sebelum meninjau lokasi, rombongan pejabat tinggi KKP terlebih dulu mendengarkan paparan presentasi gambaran umum profil Aceh Selatan di Aula Pertemuan Pendopo Bupati yang disampaikan oleh Bupati Tgk. Amran bersama Kepala Bappeda Masrizal SE, M.Si dan paparan potensi perikanan Aceh Selatan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Dzumairi  S.Pi, MT.     

Dengan didampingi Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran dan istri Ny. Khailida Amran bersama sejumlah pejabat Kepala SKPK, lokasi pertama yang ditinjau adalah PPI Keude Bakongan yang dirangkai dengan acara dialog dengan perwakilan nelayan setempat. Kemudian berlanjut ke lokasi rencana pembangunan PPI Kluet Raya di Kuala Tuha, lokasi Kolam Ikan Air Tawar di Indra Damai dan lokasi rencana pengembangan tambak udang vaname di Pasie Asahan, Kecamatan Pasie Raja termasuk meninjau lokasi perpanjangan run way (landasan pacu) dan perluasan terminal Bandara T. Cut Ali Pasie Raja.

Kemudian rombongan bertolak ke PPI Lhok Reukam, Kecamatan Tapaktuan. Di gampong wisata yang terkenal dengan keindahan alamnya yang eksotis ini, rombongan di jamu makan siang di kompleks PPI setempat. Saat menjamu makan siang pejabat tinggi KKP ini, Pemkab Aceh Selatan tidak menyia-nyiakan momentum yang sangat berharga ini. Hidangan makan siang terlihat ikut di suguhkan berbagai jenis makanan laut (seafood) yang merupakan murni hasil potensi alam daerah setempat seperti lopster, ikan panggang dan ikan bakar segar berbagai jenis serta sayur-mayur lainnya.

Setelah makan siang dan ibadah, rombongan kembali melanjutkan perjalanan meninjau PPI Sawang Bak`u, Kecamatan Sawang, PPI Keude Meukek di Gampong Pasie Meukek, Kecamatan Meukek dan PPI Labuhanhaji. Kunjungan satu hari penuh rombongan pejabat tinggi KKP di Kabupaten Aceh Selatan di akhiri dengan berkunjung ke Pesantren Darussalam Al-waliyah di Gampong Blang Poroh, Kecamatan Labuhanhaji Barat yang merupakan pondok pesantren tertua di Aceh yang didirikan oleh Alm. Syech H. Muda Waly Al-Qalidy yang memiliki hubungan historis persahabatan cukup dekat dengan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno. Rombongan bertolak kembali ke Banda Aceh pada Kamis sore menjelang magrib yang selanjutnya akan kembali ke Jakarta pada Jumat (13/11/2020).

Aceh Selatan Miliki Potensi Cukup Besar

Setelah meninjau langsung sejumlah titik lokasi, Prof. Rokhmin Dahuri menyatakan kekagumannya melihat potensi sumber daya alam bidang kelautan dan perikanan di Kabupaten Aceh Selatan. Baik perikanan tangkap, ikan air tawar maupun budi daya udang vaname.

Menurutnya, letak tofografi Kabupaten Aceh Selatan yang terdiri dari wilayah lautan dan daratan yang membentang luas dengan dilengkapi kandungan potensi sumber daya alam yang melimpah, dinilai sangat strategis dan menarik untuk dikembangkan guna meningkatkan ekonomi masyarakat serta mempercepat kemajuan pembangunan daerah khususnya di sector kelautan dan perikanan.

“Setelah kami berkunjung melihat langsung, ternyata Aceh Selatan ini memiliki potensi sumber daya alam yang luar biasa besar serta ke indahan alamnya yang mempesona. Daerah ini juga memiliki sarana dan prasarana kelautan dan perikanan yang memadai, tinggal kita tingkatkan dan kita kembangkan lagi. Seluruh potensi ini harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh usulan program yang telah di ajukan Pemkab Aceh Selatan dan telah ditindaklanjuti dengan melakukan peninjauan langsung ke lapangan, segera akan dilaporkan kembali kepada Menteri Kelautan dan Perikanan RI di Jakarta, guna di tindaklanjuti segera.      

Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran yang di wawancarai secara terpisah menyatakan bahwa, kedatangan Prof. Rokhmin Dahuri bersama beberapa dirjen ke Aceh Selatan atas arahan dan perintah orang nomor satu di jajaran kementerian tersebut menindaklanjuti hasil pertemuannya dengan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah, apa yang sudah kita usulkan kepada Bapak Menteri KKP beberapa waktu lalu telah ditindaklanjuti dengan pengecekan lokasi serta kunjungan lapangan oleh para pejabat tinggi di jajaran KKP. Mudah-mudahan, hasil kunjungan lapangan ini akan membuahkan hasil maksimal sesuai ekspektasi kita semua. Sehingga pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan di sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Aceh Selatan dapat dilakukan segera secara maksimal,” harap Tgk. Amran.

Selain usulan peningkatan sarana dan prasarana serta berbagai fasilitas infrastruktur di sektor kelautan dan perikanan lainnya, Pemkab Aceh Selatan juga memprioritaskan usulan program ke KKP di bidang pemberdayaan ekonomi kerakyatan sesuai visi-misi Pemerintahan Azwir-Amran (AZAM). Pemberdayaan ekonomi tersebut adalah program budidaya udang vaname.

“Kita prioritaskan program ini karena sangat sesuai dengan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang di usung dalam visi-misi pemerintahan AZAM. Juga di dukung dengan telah ditetapkannya kawasan minapolitan dalam Qanun RTRW Aceh Selatan sehingga sangat mendukung direalisasikannya program budidaya udang vaname ini oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujarnya.

Karena itu, Bupati Tgk. Amran berharap, seluruh program yang telah di usulkan oleh Pemkab Aceh Selatan serta telah ditinjau langsung oleh para pejabat tinggi di lingkungan KKP tersebut, dapat di akomodir secara maksimal demi meningkatkan perekonomian masyarakat serta memajukan pembangunan daerah setempat khususnya di sektor kelautan dan perikanan.

News Feed