oleh

Dikunjungi Bupati Tgk. Amran, Irfandi Cerita Seperti di Kejar-kejar orang, Sempat Tidur di dalam Goa

TheTapaktuanPost | Samadua. Bupati Aceh Selatan, Tgk. Amran mengunjungi Irfandi (25), korban hilang yang baru ditemukan dalam kondisi selamat di rumahnya di Gampong Kuta Blang, Kemukiman Sedar, Kecamatan Samadua, Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dalam kunjungan yang ikut didampingi Sekda Aceh Selatan H. Nasjuddin SH,MM, Asisten 1 Setdakab Erwiandi S.Sos, Kadis Sosial Zubir Efendi, Kepala DPMPTSP Drs. Saumi Radhli, Camat Samadua Suhaimi Shalihin dan anggota DPRK Aceh Selatan dari PNA Rema Mishul Azwa serta perangkat gampong setempat, bupati juga turut menyerahkan sejumlah bantuan sembako kepada korban. Bantuan yang dibawa diantaranya beras, minyak goreng, gula, mie instan dan air mineral.

Dihadapan bupati, Irfandi menceritakan “petualangannya” selama empat hari empat malam dalam kondisi tidak sadar terus berjalan tak menentu arah. Perasaan dia saat itu seperti dikejar-kejar orang. Yang nampak di matanya saat itu hanya lautan dan gunung.

Sehabis membeli martabak lalu membagi-bagikannya kepada rekan-rekannya di kamp tempat kerja proyek Pasar Inpres Tapaktuan, Irfandi kembali pamit keluar dari tempat kerja pada Kamis (5/11/2020) malam itu.

Saat itulah, ia merasa seperti di kejar-kejar oleh seseorang. Pada malam Jumat itu, ia mulai pergi ke arah Gulam di kawasan Gunung Lampu. Perasaan dia kembali seperti di kejar-kejar orang sehingga dia memutuskan tidur di sebuah rumah kosong di Gampong Lhok Keutapang.

Pada malam kedua yaitu Jumat malam, ia kembali berjalan ke arah gunung dan tidur di sela-sela batu. Kemudian pada malam ketiga yaitu Sabtu malam dan malam ke empat yaitu Minggu malam dia tidur di dalam Goa di kawasan Gampong Sawang Bunga, Kecamatan Samadua.

Selanjutnya, pada malam ke lima yaitu Senin malam ia berjalan ke arah tanggul dusun Ujung Tanah Gampong Sawang Bunga.

Perasaan Irfandi saat itu, seperti ada yang menyuruh untuk pergi ke arah laut atau gunung. Kemudian pada Selasa (10/11/2020), korban berada di belakang tempat cetak batako sebelah tanggul dibelakang seng bekas dusun Ujung Tanah, Gampong Sawang Bunga hingga ditemukan oleh warga dalam keadaan sedang tertidur pulas.

Anggota DPRK Aceh Selatan dari PNA, Rema Mishul Azwa yang ikut hadir mendampingi bupati berkunjung ke rumah korban, berkesempatan melaporkan kondisi rumah keluarga miskin tersebut yang kurang layak. Bahkan untuk lampu penerangan (listrik PLN) masih di cangkok melalui rumah saudaranya.

“Alhamdulillah, Bapak Bupati Aceh Selatan Tgk. Amran langsung meresponnya. Bupati langsung mengarahkan keuchik dan camat agar segera melakukan pendataan sehingga dalam waktu dekat bisa dibantu baik untuk program rehap rumah juga pemasangan listrik subsidi,” ungkap Rema.

Irfandi merupakan salah seorang pekerja proyek Pasar Inpres Tapaktuan, yang hilang pada Jumat (6/11/2020) lalu. Petugas gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI/Polri dan Satgas SAR telah melakukan proses pencarian korban sejak 4 hari lalu namun tidak membuahkan hasil.

Hingga akhirnya pada Selasa (10/11/2020) sekira pukul 06.21 WIB, seorang warga menemukan korban dibelakang rumahnya di Gampong Ujung Tanah, Kecamatan Samadua. Pemilik rumah yang mengenal sosok korban langsung membawa korban ke rumahnya.

News Feed