TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Puluhan warga Gampong Jambo Apha, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan menggelar aksi demo di Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tapaktuan memprotes ketidakadilan perusahaan listrik negara itu menghidupkan lampu di gampong tertentu.
“Ada gampong tertentu berulang-ulang di hidupkan lampu PLN, ada yang hanya sekali lalu lama mati, sehingga terkesan tak adil (diskriminatif),” kata warga saat menggelar aksi di Kantor ULP PLN Tapaktuan, Sabtu (13/12/2025) malam lalu.
Sikap diskriminatif manajemen PLN tak dapat diterima oleh warga setempat terlebih lagi ULP PLN Tapaktuan tersebut berada di kampung mereka.
Menurut warga, aksi demo itu dipicu oleh kebijakan ULP PLN Tapaktuan yang memberlakukan distribusi arus secara bergiliran mulai dari Kecamatan Sawang, Samadua dan Tapaktuan, tetapi tidak adil
“Giliran yang diberitahukan secara imbauan itu membuat warga Gampong Jambo Apha kecewa karena pihak PLN tidak berlaku adil, maka kami pertanyakan ke manejemen ULP-PLN,” kata warga.
Menurut rincian jadwal giliran hidup listrik PLN, pada tanggal 14 Desember 2025, Pukul 11.00 – 14.00 Wib pihak PLN memberitahukan waktu nyala lampu di sebagian Gampong Air Berudang, Desa Lhok Keutapang, sebagian Desa Gampong Hilir.
Pada pukul 19.30 – 23.30 Wib, waktu nyala, Desa Jambo Apha, sebagian Desa Gampong Hulu, sebagian Desa Gampong Hilir.
Sementara itu, pada Tanggal 15 Desember 2025, pada pukul 00.00 -04.00 Wib, waktu nyala, sebagian Desa Gampong Hulu, sebagian Desa Gampong Padang, Desa Pasar dan Tepi Air
Setelah dicermati warga, jadwal bergilir itu, membuktikan adanya diskriminasi, di mana ada desa yang mendapatkan jaringan. Jatah arus lampu listrik berulang-ulang, sementara Desa Jambo Apha hanya sekali.
”PLN itu dalam Gampong Jambo Apha, tetapi kenapa justru dianak-tirikan, ada apa ini,” tanya warga.
Aksi demo yang berlangsung dalam gelap itu, nyaris “panas”, apalagi manejer ULP PLN Tapaktuan lamban merespon kedatangan warga yang telah emosi. Tetapi, suasana dapat dikendalikan oleh polisi dari Polsek Tapaktuan yang bertugas sebagai Babinkamtibmas.
“Saya harap warga sabar, tunggu Ibu PLN menjelaskan, semua bisa diselesaikan dengan baik,” kata polisi yang didampingi petugas keamanan PLN Tapaktuan itu.
Warga membubarkan diri setelah mendapat penjelasan, kendati ada warga yang kecewa atas pelayanan buruk perusahaan BUMN itu.
Manager ULP PLN Tapaktuan, Erliza, yang ditanyai perihal aksi demo warga Gampong Jambo Apha, di Tapaktuan Rabu (17/12/2025), justru menjawab sinis konfirmasi yang dilayangkan.
“Untuk apa dikonfirmasi lagi, kan persoalan itu sudah clear,” ujarnya.
Dia mengaku telah menjelaskan kepada warga bahwa ULP PLN Tapaktuan tidak bermaksud meanak tirikan atau diskriminatif dalam memberikan layanan. Penyebab durasi lama gampong dalam Kecamatan Tapaktuan dinyalakan listrik karena pihaknya harus mengcover gampong-gampong yang telah lama tak teraliri listrik, seperti di Kecamatan Sawang.
“Jadi bukan kami sengaja, tetapi kami juga harus mengcover gampong lain yang sudah lama mati listrik seperti di Kecamatan Sawang,” jelasnya.






