TheTapaktuanPost | Tapaktuan. Untuk mendukung kemajuan dunia pendidikan anak usia dini (PAUD), Bupati Aceh Selatan H. Azwir S.Sos telah menaikkan angka bantuan dari dana desa untuk lembaga PAUD yang ada di desa masing-masing. Besaran kenaikannyapun mencapai 100 persen.
Hal itu diungkapkan istri bupati yang juga Bunda PAUD Aceh Selatan, Hj. Jafnimar Jakfar Azwir dalam sambutannya pada acara lomba bercerita guru-guru PAUD se-Aceh Selatan di Aula Dinas Pariwisata, Tapaktuan, Rabu (6/11/2019).
“Alhamdulillah, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) tentang dana desa tahun 2019 yang telah diteken, besaran bantuan untuk guru-guru PAUD sumber dana desa mengalami kenaikan mencapai 100 persen. Jika sebelumnya honor guru PAUD dari dana desa hanya Rp.200 ribu/bulan, maka sekarang telah mencapai Rp. 400 ribu/bulan. Ditambah dana operasional PAUD sebesar Rp. 15 juta/tahun,” papar Jafnimar Jakfar.
Menurutnya, kenaikan bantuan untuk PAUD sebagaimana tertuang dalam Perbup dana desa tahun 2019 tersebut, merupakan bukti bahwa pemerintahan Azwir-Amran (Azam) memberikan perhatian serius untuk kemajuan PAUD di daerah itu.
Sebab, sambungnya, keberhasilan anak usia dini merupakan landasan bagi keberhasilan pendidikan pada jenjang berikutnya. Usia dini merupakan ‘usia emas’ bagi seseorang. Jika seseorang pada masa itu mendapat pendidikan yang tepat bagi perkembangan jasmani maupun rohaninya, maka ia akan memperoleh kesiapan belajar yang baik pula ke depannya.
Pendidikan anak usia dini, lanjutnya, merupakan salah satu wadah bermain dan belajar bagi anak-anak. Mereka dididik mengeluarkan serta mengembangkan potensi dan kreatifitas sejak dini.
Makanya, kata Jafnimar Jakfar, dengan adanya kegiatan lomba bercerita dan pemberdayaan apresiasi, lokakarya bunda paud, pihaknya mengharapkan agar layanan pendidikan PAUD ditingkat gampong dapat terlaksana dengan baik.
“Kami mengharapkan, dengan terus berkembangnya proses pembelajaran PAUD, maka nantinya akan melahirkan anak-anak yang memiliki kesiapan baik dari segi akhlak, pengetahuan umum serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya,” harapnya.
Sementara itu, Kabid PAUD dan PLS Dinas Pendidikan Aceh Selatan, Roslita S.Pd menyatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan sebagai sarana penyalur bakat serta kreatifitas guru PAUD melalui dunia cerita anak. Sekaligus untuk memberi apresiasi kepada guru PAUD berprestasi.
“Sebab seperti diketahui bahwa, esensi utama pendidikan anak usia dini adalah membentuk karakter anak. Melalui metode bercerita atau mendongeng maka seorang guru dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan sebagai bekal untuk kehidupan anak dimasa akan datang,” ujarnya.



