Istri Bupati Aceh Selatan Bagikan Susu Gratis pada Murid TK 

  • Whatsapp

TheTapaktuanPost | Meukek. Istri bupati yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aceh Selatan, Dra. Hj. Jafnimar Jakfar Azwir membagikan susu gratis kepada puluhan murid Taman Kanak-kanak (TK) Dharma Wanita, Desa Kutabuloh II, Kecamatan Meukek, Kamis (11/4/2019) pagi.

Paket susu gratis untuk menambah asupan gizi dan vitamin anak-anak PAUD dan TK ini, merupakan program Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Provinsi Aceh yang disalurkan kepada lima sekolah terpilih di daerah itu.

Bacaan Lainnya

Acara pembagian susu gratis secara simbolis oleh Bunda PAUD Aceh Selatan di TK Dharma Wanita Meukek tersebut turut dihadiri Kepala DPMG Aceh Selatan Emmifijal SP, Kabid PLS Dinas Pendidikan Aceh Selatan Samsuar S.Pd, Camat Meukek Ramzil Hadi S.STP, Keucik Desa Kutabuloh II serta kepala dan dewan guru TK Dharma Wanita.

Dalam kunjungan ini, Bunda PAUD Aceh Selatan secara khusus juga mengikutsertakan satu orang dokter umum yakni dr. Risva dan satu orang dokter gigi yakni dr. Neli. Kedua dokter yang didatangkan dari Puskesmas terdekat ini, diminta memberikan sedikit bimbingan terkait Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada murid.

Dalam sambutannya, Kepala DPMG Aceh Selatan, Emmifijal mengatakan, program pemberian makanan tambahan berupa susu untuk anak-anak tersebut merupakan program DPMG Provinsi Aceh yang disalurkan ke daerah-daerah.

Sebenarnya, kata dia, proses penyaluran susu ini langsung melibatkan Kepala DPMG Aceh, namun karena ada halangan beliau mewakilkannya kepada Bunda PAUD Aceh Selatan.

“Makanan tambahan ini murni bertujuan untuk menambah asupan gizi dan vitamin anak-anak, sehingga mereka akan lebih sehat dan cerdas,” kata Emmifijal.

Menurutnya, program pemberian makanan tambahan untuk PAUD dan TK tersebut, sebenarnya telah lebih dulu diimplementasikan oleh Pemkab Aceh Selatan melalui sumber dana desa. Namun ke depannya, kepada pemerintah desa diminta agar penyaluran makanan tambahan dimaksud tidak hanya terfokus pada susu, melainkan juga dalam bentuk lainnya dalam konteks meningkatkan kesehatan anak-anak PAUD dan TK.

“Sejak 2016 kita sudah memasukkan program pemberian makanan tambahan tersebut dalam Perbup dana desa. Sehingga program itu wajib dilaksanakan disetiap desa. Ke depan, kita minta harus lebih diperluas cakupannya,” ujar Emmifijal.

Serius Majukan PAUD

Sementara itu, Bunda PAUD Aceh Selatan, Dra. Hj. Jafnimar Jakfar mengatakan, kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan acara pembagian susu gratis tersebut merupakan bagian dari tekad keseriusan pihaknya memajukan lembaga pendidikan PAUD di daerah itu.

Hal itu, lanjutnya, tidak terlepas dari implementasi atau tindaklanjut hasil pertemuan akbar Bunda PAUD kabupaten dan Bunda PAUD kecamatan dengan seribuan lebih guru-guru PAUD se-Aceh Selatan di Gedung Rumoh Agam Tapaktuan beberapa waktu lalu.

“Saya bertekad kuat ingin memajukan lembaga PAUD dan TK. Sejak beberapa pekan terakir, saya sudah berkeliling mengunjungi beberapa rumah sekolah. Saya harap kepada guru-guru PAUD dan TK lainnya se-Aceh Selatan agar bersiap-siap, karena sewaktu-waktu saya juga akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tempat mereka,” ungkap Jafnimar Jakfar.

Khusus kepada Kepala TK Dharma Wanita Meukek, Hj. Jafnimar Jakfar berpesan agar lembaga pendidikan tersebut segera merubah gaya busana muridnya sehingga mencerminkan gaya busana muslim dan muslimah.

Kepada murid laki-laki, diminta seluruhnya harus memakai celana panjang dan murid perempuan harus memakai jilbab.

“Mohon maaf jika permintaan saya ini memberatkan. Tapi ini penting diperhatikan serius, sebab PAUD dan TK adalah pondasi awal membentuk karakter anak-anak. Dari sejak awal, harus kita perkenalkan dan kita biasakan mereka berpakaian sesuai syariat,” pinta Jafnimar Jakfar.

Jafnimar Jakfar juga berpesan kepada Kepala Desa Kutabuloh II Meukek serta seluruh kepala desa lainnya se-Aceh Selatan. Ia meminta agar melalui program dana desa diperhatikan kelangsungan proses belajar mengajar PAUD dan TK yang ada di desanya masing-masing.

“Tolong sisihkan pengalokasian dana desa itu untuk makanan tambahan murid dan tambahan insentif gaji guru honorer. Harus dipahami oleh seluruh kepala desa bahwa kebijakan ini dibenarkan secara aturan, jadi tidak perlu takut,” tegasnya.

Pos terkait